Disdik Jabar Matangkan Konsep Sekolah Maung

Disdik Jabar Matangkan Konsep Sekolah Maung

Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat (Jabar) terus mematangkan konsep Sekolah Maung yang direncanakan mulai berjalan pada tahun ajaran 2026/2027. (Foto: jabarprov.go.id)--

BANDUNG,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat (Jabar) terus mematangkan konsep Sekolah Maung yang direncanakan mulai berjalan pada tahun ajaran 2026/2027.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jabar, Purwanto mengatakan, Sekolah Maung akan hadir di kabupaten/kota dengan mencakup jenjang SMA dan SMK.

“Sekolah Maung gagasan Pak Gubernur ini akan dilaksanakan secara bertahap, dengan proses transformasi yang juga bertahap,” ujar Kadisdik pada rapat koordinasi bersama Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah serta perwakilan kepala SMA dan SMK di Aula Dewi Sartika Kantor Disdik Jabar, Kota Bandung, Selasa (21/4).

Kadisdik menjelaskan, pada 2026 akan dilakukan penunjukan sekolah yang bersifat permanen, sekaligus menjadi awal perubahan, termasuk dalam mekanisme Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

BACA JUGA:Sempat Terkendala Teknis, Disdikpora Cianjur Sebut Pelaksanaan TKA SMP Sesuai Rencana

BACA JUGA:Gubernur Jabar Dorong Pembelajaran Terapan di Sekolah

“Seleksi siswa yang mendaftar ke Sekolah Maung akan kita lakukan lebih awal agar yang tidak diterima tetap memiliki kesempatan untuk mendaftar ke sekolah umum pada SPMB,” jelasnya.

Skema seleksi penerimaan murid baru untuk Sekolah Maung, lanjutnya, tidak akan menggunakan jalur domisili, melainkan jalur prestasi, baik akademik maupun nonakademik. Adapun jumlah rombongan belajar (rombel) akan diatur dalam petunjuk teknis (juknis), yakni sekitar 8 hingga 12 rombel dengan jumlah maksimal 32 siswa per kelas.

Selain itu, Disdik Jabar juga tengah menyiapkan kerja sama dengan satuan pendidikan swasta melalui skema sekolah swasta kerja sama atau sister school sebagai alternatif sekolah penyangga.

“Kami juga membuka ruang partisipasi masyarakat, termasuk bagi masyarakat dengan penghasilan di atas Rp10 juta per bulan,” kata Purwanto.

BACA JUGA:Kadisdikpora Cianjur Akan Keluarkan Surat Edaran Cegah Perundungan di Sekolah

BACA JUGA:Disdik Jabar Tetapkan Arah Kebijakan SPMB 2026 Lebih Transparan dan Terukur

Kadisdik menambahkan, Sekolah Maung diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat yang selama ini menyekolahkan anak di sekolah berbiaya tinggi. Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, rencananya alokasi Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (BOPD) akan ditingkatkan secara khusus guna menunjang kebutuhan pembelajaran.

Ia juga menegaskan, penyusunan juknis terus dilakukan agar pelaksanaan berjalan lancar. “Forum ini juga penting untuk menampung berbagai pertanyaan dan masukan. Kalau ada kritik, itu menjadi bahan perbaikan bagi kami,” ujarnya.

Sumber: