Januari -Juni 2026, Sebanyak 9.019 Akta Kematian Diterbitkan di Cianjur
Ilustrasi-akta kematian.(Foto: Pixabay)--
CIANJURCIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cianjur menyampaikan telah menerbitkan sebanyak 9.019 akta kematian selama periode Januari hingga Juni 2026.
Kepala Bidang (Kabid) Pencatatan Sipil (Pencapil) Disdukcapil Kabupaten Cianjur, Elis Rosmakania, mengatakan, dari total 9.019 akta kematian yang diterbitkan, sebanyak 5.576 merupakan akta kematian laki-laki dan 3.443 akta kematian perempuan.
“Periode Januari sampai 9 Juni 2026 jumlah penerbitan akta kematian mencapai 9.019 dokumen. Terdiri dari 5.576 laki-laki dan 3.443 perempuan,” katanya, Rabu 10 Juni 2026.
Berdasarkan data Disdukcapil, Kecamatan Cianjur menjadi wilayah dengan jumlah penerbitan akta kematian tertinggi baik untuk laki-laki maupun perempuan. Untuk laki-laki tercatat sebanyak 437 dokumen, sedangkan perempuan sebanyak 326 dokumen.
BACA JUGA:RSUD Cimacan Teken Pakta Integritas Pelayanan Kesehatan
“Yang paling banyak di Kecamatan Cianjur mau itu laki-laki ataupun perempuan,” ucap Elis.
Selain Kecamatan Cianjur, jumlah penerbitan akta kematian cukup tinggi juga tercatat di Kecamatan Karangtengah dengan 429 laki-laki dan 260 perempuan, serta Kecamatan Cibeber yang mencapai 365 laki-laki dan 242 perempuan.
Sementara itu, jumlah penerbitan akta kematian paling sedikit untuk laki-laki tercatat di Kecamatan Agrabinta dengan 41 dokumen. Sedangkan untuk perempuan paling rendah berada di Kecamatan Takokak dengan 20 dokumen.
BACA JUGA:Program Pelita Disdukcapil Cianjur Semakin Mendekatkan Pelayanan Adminduk ke Masyarakat
BACA JUGA:Bupati Cianjur Jamin Kebutuhan Ibu MI Korban Penganiayaan Berujung Kematian
Elis menjelaskan, jika dilihat berdasarkan bulan pengurusan, penerbitan akta kematian paling banyak terjadi pada Januari 2026 dengan jumlah 2.967 dokumen.
Kemudian pada Februari sebanyak 1.675 dokumen, Maret 943 dokumen, April 1.723 dokumen, Mei 1.225 dokumen, dan hingga 9 Juni 2026 telah mencapai 486 dokumen.
“Januari menjadi bulan dengan jumlah penerbitan tertinggi. Sedangkan data Juni masih berjalan karena belum satu bulan penuh,” jelasnya.
Sumber: