BNN dan Polres Cianjur Perkuat Sinergi Berantas Peredaran Narkotika

BNN dan Polres Cianjur Perkuat Sinergi Berantas Peredaran Narkotika

Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Cianjur bersama Polres Cianjur menegaskan komitmennya dalam memberantas peredaran gelap narkotika.(Foto: Cianjur Ekspres/Moch. Nursidin)--

CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Cianjur bersama Polres Cianjur menegaskan komitmennya dalam memberantas peredaran gelap narkotika hingga ke akar jaringan yang lebih luas.

Kepala BNNK Cianjur, Muchamat Affan Eko Budi Santoso, mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin dengan Polres Cianjur dalam upaya pengungkapan kasus narkotika.

Menurutnya, sinergi tersebut tidak hanya dilakukan di tingkat kabupaten, tetapi juga melibatkan aparat penegak hukum di tingkat nasional, termasuk Polda Jawa Barat dan BNN Provinsi Jawa Barat.

BACA JUGA:Polres Cianjur dan BNNK Amankan 270 Gram Sabu, Tiga Pelaku Ditangkap

BACA JUGA:BNNK Sebut Cianjur Selatan Jadi Jalur Gelap Narkoba Internasional

"Kami ucapkan terima kasih atas kerja sama yang luar biasa dengan Polres Cianjur. Kami tidak akan berhenti bekerja sama dalam mengungkap jaringan penyelundupan narkotika hingga ke akar-akarnya," ujarnya kepada wartawan saat press release pengungkapan kasus narkotika di Mapolres Cianjur, belum lama ini.

Affan menjelaskan, peredaran narkotika di Indonesia sebagian besar berasal dari luar negeri, khususnya melalui jaringan yang beroperasi dari wilayah Kamboja, Thailand, dan Malaysia sebelum masuk ke Sumatera hingga menyebar ke berbagai daerah, termasuk Kabupaten Cianjur.

Dia menegaskan, ke depan BNNK Cianjur bersama Polres Cianjur akan menyiapkan langkah-langkah yang lebih strategis untuk mengatasi penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Cianjur.

Selain itu, dia mengingatkan bahwa 26 Juni diperingati sebagai Hari Anti Narkotika Internasional yang menjadi momentum bagi aparat penegak hukum untuk bersama-sama menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman narkoba.

BACA JUGA:BNNK Cianjur Rehabilitasi 55 Pencandu Narkoba Selama 2025

BACA JUGA:BNN Cianjur Sebut Katinon di Lereng Gede-Pangrango Ditanam Oknum

Affan menyebut, seluruh wilayah di Indonesia saat ini telah menjadi target peredaran narkotika dan tidak ada daerah yang benar-benar bebas dari penyalahgunaan narkoba. Remaja disebut menjadi sasaran utama, yang ditunjukkan dengan meningkatnya angka prevalensi penyalahgunaan narkotika secara nasional.

Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif melakukan pencegahan, dimulai dari lingkungan keluarga dan lingkungan terdekat.

"Kalau wilayah terkecil kita lindungi sejak dini, maka para bandar dan pengedar tidak akan memiliki pasar sehingga peredaran gelap narkotika dapat ditekan," katanya.

Sumber: