Mendikdasmen: Partisipasi Semesta Jadi Kunci Percepatan Pendidikan Bermutu

Mendikdasmen: Partisipasi Semesta Jadi Kunci Percepatan Pendidikan Bermutu

Kemendikdasmen satukan mitra dalam Gerakan Gerakan Partisipasi Semesta Pendidikan Bermutu (PSPB). (Foto: kemendikdasmen.go.id) --

JAKARTA,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengaktivasi Gerakan Partisipasi Semesta Pendidikan Bermutu (PSPB) sebagai ekosistem kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, dunia usaha dan dunia industri, lembaga filantropi, organisasi masyarakat, perguruan tinggi, media, komunitas, organisasi internasional, hingga individu dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan Indonesia.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti, menegaskan bahwa semangat partisipasi lahir dari keyakinan bahwa setiap kebaikan yang diberikan kepada orang lain akan memberikan manfaat kembali bagi diri sendiri maupun masyarakat. Menurutnya, setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi, tidak terbatas pada bantuan dalam bentuk materi.

"It is not about how much we give others, tidak soal seberapa banyak yang kita berikan, tetapi how meaningful, seberapa besar makna yang bisa kita berikan dari pemberian kita kepada orang lain. Karena itu kami membuka pintu lewat Rumah Pendidikan kepada siapa pun untuk berpartisipasi," ujar Menteri Mu'ti di Jakarta (6/7).

Menteri Mu'ti mengatakan, jika Presiden Prabowo telah memberikan izin kepada Kemendikdasmen untuk membangun kemitraan dalam mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden melalui partisipasi masyarakat yang dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

BACA JUGA:2.079 Calon Siswa Gagal Lolos SPMB Online SMP Negeri Cianjur

BACA JUGA:Kemenag–LPDP Salurkan Beasiswa kepada 2.271 Santri Sejak 2023

"Partisipasi semesta adalah dalam rangka pemenuhan kebutuhan, percepatan pelaksanaan program, peningkatan, dan perluasan," ujarnya.

Menteri Mu’ti juga menegaskan bahwa kolaborasi dibutuhkan karena masih banyak kebutuhan pendidikan yang memerlukan dukungan lintas sektor, mulai dari pengembangan bakat dan minat peserta didik, peningkatan kompetensi guru, penguatan pendidikan karakter, hingga penciptaan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. 

"Kami terus membuka diri untuk bermitra dengan berbagai pihak karena dengan cara kemitraan itulah kami bisa melakukan pemenuhan kebutuhan, percepatan, peningkatan, dan perluasan," katanya.

Ia juga menekankan bahwa pembangunan pendidikan tidak cukup diwujudkan melalui pembangunan fisik semata, tetapi juga melalui perubahan cara berpikir dan penguatan karakter. "Yang kita bangun adalah mindset. Yang kita bangun adalah manusia. Karena itu diperlukan sentuhan dari berbagai macam pihak," ungkapnya.

 BACA JUGA:MPLS Ramah 2026 Ciptakan Hari Pertama Sekolah yang Aman, Nyaman, dan Menggembirakan

BACA JUGA:Kemenag Ubah Matsama Menjadi Matamuda, Perkuat Program Madrasah Ramah Anak

"DNA bangsa Indonesia adalah gotong royong. Mari kita wujudkan bersama-sama pendidikan bermutu untuk semua secara merata, membangun generasi Indonesia yang hebat dan berkualitas," katanya menambahkan.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal, Suharti, menjelaskan bahwa PSPB dibangun untuk menjawab tantangan kemitraan pendidikan yang selama ini masih berjalan secara terfragmentasi. "Kontribusi terhadap pendidikan sebenarnya sudah sangat banyak, tetapi berjalan secara tersebar, masing-masing dengan jalurnya sendiri. Akibatnya, dukungan belum selalu bertemu dengan kebutuhan prioritas nasional," ujar Suharti.

Sumber: