Legislator PKS Kang Dadan Surya Negara Genjot Program Pipanisasi di Cianjur
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), RK Dadan Surya Negara, terus memacu program pipanisasi guna menyelesaikan persoalan krisis air bersih dan irigasi pertanian yang dihadapi masyarakat di wilayah Kabupaten Cianjur--
CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), RK Dadan Surya Negara, terus memacu program pipanisasi guna menyelesaikan persoalan krisis air bersih dan irigasi pertanian yang dihadapi masyarakat di wilayah Kabupaten Cianjur.
Melalui pendekatan berbasis swadaya dan semangat gotong royong, program pipanisasi ini difokuskan pada kawasan-kawasan pemukiman yang memiliki sumber mata air potensial namun terkendala akses penyaluran.
Salah satu titik keberhasilan program ini berada di Kampung Loji Panembong, Desa Cibeureum, Kecamatan Cugenang. Dua bulan lalu, warga setempat mengeluhkan sulitnya mendapat pasokan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga maupun pengairan perkebunan.
BACA JUGA:Hari Guru Nasional, RK Dadan Surya Negara: Momen Refleksi dan Aksi untuk Pendidikan Unggul
"Waktu saya datang ke sana, keluhan utamanya adalah air bersih. Walaupun anggaran terbatas, saya tekankan bahwa dengan gotong royong masalah ini bisa diselesaikan," ujar Kang Dadan sapaan akrabnya, Senin 10 Agustus 2026.
Dadan memberikan bantuan berupa pengadaan jaringan pipa serta pembangunan bak penampungan dari sumber mata air. Masyarakat setempat menyambut antusias dengan menggelar kerja bakti membangun fasilitas tersebut.
Sebagai bentuk rasa syukur atas rampungnya proyek sepanjang 1,5 kilometer tersebut, Dadan hadir langsung meninjau lokasi, sekaligus ngaliwet bersama warga, RT, dan ibu-ibu setempat.
Tak berhenti di Cugenang, aksi nyata pipanisasi kini tengah digarap di Kampung Nagrog, Desa Ciputri, Kecamatan Pacet. Wilayah ini sebelumnya terdampak gempa bumi yang menyebabkan bendungan penampung air runtuh.
Merespons curhatan warga, Dadan berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air (DSDA) Provinsi Jawa Barat untuk menyalurkan bantuan bronjong. Bersama warga, bendungan darurat berhasil direkonstruksi sehingga air bersih dari kaki Gunung Gede dapat kembali ditampung.
Untuk mengalirkan air dari bendungan menuju permukiman dan lahan pertanian warga yang lebih luas, dibutuhkan jaringan pipa berukuran besar (6 inci). Saat ini, sekitar 33 unit pipa paralon telah terpasang dan proses penambahan pipa susulan akan segera dikirim dalam waktu dekat.
"Sumber air bersihnya ada di kaki gunung, jadi butuh pipanisasi yang cukup besar. Air ditampung dulu di bak penampungan yang sudah selesai dibangun, baru disalurkan secara merata ke rumah-rumah dan perkebunan warga," jelasnya yang duduk di Komisi II DPRD Jawa Barat.
Dadan menegaskan bahwa program pipanisasi ini menjadi prioritas utamanya karena efektivitasnya langsung dirasakan oleh masyarakat luas. Namun, dia menetapkan dua syarat utama sebelum bantuan diturunkan. Diantaranya, tersedianya sumber mata air dan kesiapan warga untuk bergotong royong.
Sementara itu, untuk wilayah yang sama sekali tidak memiliki sumber mata air permukaan, Dadan menyiapkan solusi alternatif berupa pembuatan sumur bor. Di Kecamatan Cibeber, misalnya, dia telah membangun tiga titik sumur bor yang kini sudah terhubung dengan jaringan pipa menuju rumah-rumah warga.
Sumber: