Karhutla Gunung Gede Meluas, 20 Hektar Lahan Terbakar

Karhutla Gunung Gede Meluas, 20 Hektar Lahan Terbakar

Seorang relawan terus berupaya memadamkan api yang membakar pepohonan di kawasan Kawah Wadon Gunung Gede. (Foto : Istimewa)--

CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Gede terus meluas. Berdasarkan hasil asesmen, luas kawasan yang terbakar mencapai sekitar 20 hektare. Kebakaran terjadi di kawasan sabana Alun-alun Suryakencana dan Kawah Wadon, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).

Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian mengatakan, karhutla tersebut diduga dipicu faktor alam dan aktivitas manusia. Saat ini, petugas gabungan bersama relawan masih melakukan penanganan untuk mencegah api meluas.

"Hasil asesmen, luasan yang terbakar mencapai 20 hektare. Petugas gabungan dan relawan masih berupaya melakukan penanganan agar api tidak terus meluas," ujarnya, Selasa 11 Agustus 2026.

Wahyu menegaskan, pihaknya akan mengambil tindakan tegas apabila karhutla tersebut menimbulkan kerugian, baik bagi masyarakat maupun pemerintah.

BACA JUGA:Karhutla Mengancam, 700 Personel Gabungan Disiagakan di Cianjur

BACA JUGA:Cegah Karhutla Meluas, Pemkab Cianjur Koordinasi dengan BNPB, KLH, dan BMKG

Dia juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama mencegah dan mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan, membuang puntung rokok sembarangan, serta memastikan keamanan penggunaan dapur yang berada di luar rumah.

"Yang terpenting adalah mencegah hal-hal yang bisa kita cegah. Termasuk menjaga alam yang saat ini sudah menjaga kita. Pohon-pohon yang sudah menjaga kita jangan kemudian ditebang," tuturnya.

Menurut Wahyu, keberadaan pepohonan juga berperan penting dalam menjaga ketersediaan air. Karena itu, upaya menjaga kelestarian hutan harus menjadi bagian dari pencegahan karhutla.

"Karena kita ingin memadamkan, tetapi airnya tidak ada, itu percuma. Jadi, jaga pohon kita agar lahan kita bisa lebih aman," ungkapnya.

BACA JUGA:Pemkab Cianjur Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Kekeringan dan Karhutla

BACA JUGA:Musim Kemarau, BPBD Cianjur Imbau Warga Tidak Bakar Sampah untuk Cegah Karhutla

Sementara itu, Kapolres Cianjur AKBP A. Alexander Yurikho Hadi mengatakan, jajarannya menyiapkan alat pemadam api tradisional berbahan rotan atau gepyok untuk membantu penanganan karhutla di kawasan TNGGP.

"Alatnya gepyok, terbuat dari rotan. Selain ringan dibawa ke puncak, alat ini juga dinilai efektif untuk memadamkan kobaran api. Kalau menggunakan APAR, selain berat dibawa ke puncak, kapasitasnya juga terbatas sehingga harus diisi ulang," katanya.

Sumber: