JAKARTA,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan menyampaikan bahwa bangsa Indonesia memerlukan tidak hanya teknologi tinggi (high-tech) namun juga etika tinggi (high-ethics).
"Kita tidak cukup hanya sekadar high-tech, kita juga harus high-ethics. Kita tidak bisa kalau hanya mengejar teknologi tanpa menyertakan nilai dan etika," katanya melalui keterangan di Jakarta, Senin 19 Mei 2025. Untuk itu, Wamen Fauzan mendorong penguatan gerakan Kampus Berdampak agar perguruan tinggi lebih terlibat menyelesaikan persoalan sosial secara konkret. Ia mengutip nasehat orang bijak yang menyebutkan ilmu tanpa diamalkan bukan saja tidak bermanfaat, tapi akan menjadi beban bahkan bumerang bagi orang yang memiliki ilmu. BACA JUGA:Kemendikdasmen Siap Salurkan Bantuan Guru Honorer Pada Juli BACA JUGA:Menteri HAM Dukung Siswa Nakal Dibina di Barak Militer "Program Kampus Berdampak diharapkan menjadi solusi agar perguruan tinggi hadir dan terlibat aktif dalam menyelesaikan persoalan yang ada," lanjutnya. Penguatan tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam bentuk pengabdian masyarakat seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN), menurut Wamen Fauzan, menjadi sarana penting untuk membangun karakter mahasiswa dan memastikan keberadaan kampus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Oleh karena itu, ia juga mendorong kepada seluruh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di Indonesia untuk turut terlibat dalam program Mahasiswa Berdampak yang diinisiasi oleh Kemdiktisaintek. "Saya mengajak teman-teman BEM untuk mengikuti program Mahasiswa Berdampak. Program ini diperuntukkan bagi BEM supaya terlibat langsung dalam pengabdian masyarakat menyelesaikan program yang tengah dihadapi," ucap Wamen Fauzan. BACA JUGA:BNPB Masukkan Materi Kebencanaan ke Sekolah Secara Bertahap BACA JUGA:Insentif Guru Non-ASN untuk RA dan Madrasah Cair Juni 2025 Diketahui, pada tahun ini program Mahasiswa Berdampak menyasar 250 BEM Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta dengan proyek prioritas lokasi di wilayah 3T, kemiskinan ekstrem, dan wilayah rawan bencana.Wamendiktsaintek: Kita Memerlukan "High-Tech" dan "High-Ethics"
Selasa 20-05-2025,08:00 WIB
Editor : Dede Sandi Mulyadi
Tags : #teknologi tinggi
#teknologi
#perguruan tinggi
#mahasiswa berdampak
#mahasiswa
#kampus berdampak
#high-tech
#high-ethics
#etika tinggi
#etika
#bem
Kategori :
Terkait
Selasa 20-05-2025,08:00 WIB
Wamendiktsaintek: Kita Memerlukan "High-Tech" dan "High-Ethics"
Minggu 09-02-2025,14:34 WIB
Wamenag-Mendiktisaintek Perjuangkan Siswa Berprestasi Tetap Masuk SNBP
Kamis 06-02-2025,19:00 WIB
Dedi Mulyadi Beri Solusi Kegagalan Ratusan Pelajar yang Daftar SNBP
Selasa 28-01-2025,20:00 WIB
Dr Karlina Sebut Perguruan Tinggi Tidak Berwenang Urus Tambang
Rabu 08-01-2025,16:10 WIB
Kemenag Sudah Berikan Beasiswa BIB Bagi 4.031 Mahasiswa S1
Terpopuler
Rabu 14-01-2026,11:30 WIB
HMI-GMNI dan Pedagang Bomero Kembali Audiensi dengan DPRD Cianjur
Rabu 14-01-2026,08:42 WIB
Hiswana Menduga Masih Banyak ASN Cianjur Gunakan Elpiji 3 Kilogram
Rabu 14-01-2026,12:30 WIB
Dishub Cianjur Upayakan Angkot Masuk Kawasan Pasar Induk
Rabu 14-01-2026,08:00 WIB
YBM BRILiaN Luncurkan Program Family Strengthening di Desa Wanamekar Garut
Rabu 14-01-2026,09:30 WIB
Muncul Air Menyembur dari Badan Jalan, Ini Kata Camat Cugenang Cianjur
Terkini
Rabu 14-01-2026,17:58 WIB
Pemdes Cibadak Cianjur Arahkan APBDes 2026 pada Program Nonfisik
Rabu 14-01-2026,12:30 WIB
Dishub Cianjur Upayakan Angkot Masuk Kawasan Pasar Induk
Rabu 14-01-2026,11:30 WIB
HMI-GMNI dan Pedagang Bomero Kembali Audiensi dengan DPRD Cianjur
Rabu 14-01-2026,11:30 WIB
YBM BRILiaN Resmikan Balai Rakyat Indonesia di Sukawening Garut, Dorong Kemandirian Masyarakat
Rabu 14-01-2026,10:30 WIB