CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Keberadaan tumbuhan eceng gondok di Perairan Waduk Cirata sangat merugikan petani ikan keramba di Blok Coklat Cikidangbayang, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur. Pasalnya, sejumlah petani mulai mendapati ikannya mati selama sepekan terakhir.
Seperti yang diutarakan salah seorang Petani Jaring Apung, Pauji Jihan Mas. Dia mengungkapkan, selama sepekan terakhir ikan yang dibudidayanya mulai mati akibat kekurangan oksigen.
"Tiga hari ini paling parah, sudah sepekan (kejadian ikan mati,red)," katanya kepada Cianjur Ekspres, Senin (28/7).
Pauji pun mengaku mengalami kerugian karena sekitar tiga kuintal ikannya mati. "Banyak petani lain pun juga sama mengalami serupa," katanya.
BACA JUGA:Perpustakaan Takesi Ditetapkan Jadi Juara 1 Tingkat Kabupaten Cianjur 2025
BACA JUGA:Pembudidaya Ikan di Perairan Cirata Cianjur Lakukan Uji Lab, Hasilnya Tidak Terdeteksi Merkuri
Sementara itu, Wakil Ketua Koperasi Jagaraksa Coklat, Ade Sofyan, mengungkapkan, keberadaan tumbuhan eceng gondok di perairan Waduk Cirata mengakibatkan ikan di keramba jaring apung kekurangan oksigen. Sehingga riskan menyebabkan ikan mati.
"Kami mohon kepada pemerintah untuk bantuan pembersihan eceng gondok sesegera mungkin, supaya ada solusi terbaik buat petani di Cirata," katanya.
Dirinya berharap, pemerintah bisa membantu alat berat untuk pembersihan, karena jika dilakukan secara manual kurang maksimal.
"Kami juga sedang berjalan (pembersihan eceng gondok) secara manual dua, tiga bulan," kata Ade.
BACA JUGA:Pengurus DPC RPNN di 16 Kecamatan di Cianjur Dilantik
BACA JUGA:Kasus PJU Cianjur, Kuasa Hukum Akan Ajukan Praperadilan Terkait Penetapan DG Sebagai Tersangka
Diberitakan sebelumnya, petani ikan bersama dengan pengusaha pakan serta bandar ikan menginisiasi gerakan Cirata Zero Eceng Gondok yang dimulai sejak 17 Mei 2025 lalu. Kegiatan yang berlangsung setiap hari hingga saat ini, sudah mengangkut sekitar puluhan ton eceng gondok ke darat.
Salah satu inisiator, Asep Guntara, mengatakan, gerakan Cirata Zero Eceng Gondok ini berawal dari keprihatinan melihat Waduk Cirata penuh dengan tumbuhan eceng gondok.
"Cirata ini tidak hanya sekedar waduk, tapi mata pencaharian bagi ribuan warga baik di Cianjur maupun kabupaten lainnya seperti di Bandung Barat dan Purwakarta. Jadi disini kita hidup, kita mencari nafkah, tapi disisi lain tempat usahanya ini sekarang dalam kondisi sangat memprihatinkan karena adanya eceng gondok yang begitu banyak. Kalau bisa dikatakan mungkin sekarang sudah kondisinya darurat eceng gondok," ujarnya kepada Cianjur Ekspres, Senin (9/6) lalu.