Sejalan dengan ekspor yang mengalami kenaikan, impor Jawa Barat pun naik pada Oktober 2025 secara _month to month_ sebesar 4.13 persen. Nilai impor Oktober 2025 mencapai USD 0,96 miliar, naik dibandingkan September yang mencapai USD 0,92 miliar.
BACA JUGA:Dua Alumni SMA Pradita Dirgantara Jadi Lulusan Terbaik AAU, Salah Satunya Eks Pemain DBL
BACA JUGA:Pemprov Jateng Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Sumur Minyak di Blora Senilai Rp180 Juta
Sepanjang 2025, impor Jawa Barat didominasi oleh bahan baku/penolong sebesar 80,97 persen, diikuti barang modal sebesar 10.75 persen, dan konsumsi 8,28 persen. Menurut golongan barang, nilai impor terbesar adalah mesin dan perlengkapan elektrik senilai USD 1,36 miliar, mesin dan peralatan mekanis senilai USD 0.84 miliar, plastik dan barang dari plastik senilai USD 0,76 miliar.
Negara asal impor dengan nilai terbesar adalah Tiongkok senilai USD 3,35 miliar, diikuti Jepang senilai USD 1,20 miliar, dan Korea Selatan senilai USD 1,15 miliar.
Dengan kondisi ekspor dan impor tersebut, maka sepanjang Januari 2025 – Oktober 2025 neraca perdagangan Jawa Barat mengalami surplus sebesar USD 22,27 miliar. Jawa Barat surplus dengan negara Amerika Serikat, Filipina, Thailand dan Vietnam. (jabarprov.go.id)