CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Aktivitas nelayan di Pantai Jayanti, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, menurun akibat cuaca buruk yang berkepanjangan serta keterbatasan penyimpanan untuk perahu. Dari sekitar 1.000 unit perahu nelayan yang ada, hanya sekitar 300 perahu yang masih aktif melaut, sementara sisanya terbengkalai karena tidak lagi digunakan.
Humas Rukun Nelayan Cianjur, Wawas Samantri, mengatakan saat ini terdapat sekitar 1.000 unit perahu nelayan di Palabuhan Jayanti. Namun, hanya sekitar 300 perahu yang masih aktif melaut.
“Total perahu di Palabuhan Jayanti kurang lebih ada 1.000 unit. Tapi yang aktif saat ini sekitar 300 perahu. Sisanya banyak yang sudah terbengkalai dan tidak terpakai,” kata Wawas, Minggu 8 Februari 2026.
Menurutnya, tidak adanya penambahan jumlah perahu aktif juga dipengaruhi oleh keterbatasan lahan penyimpanan di kawasan pelabuhan yang sudah tidak mampu menampung perahu nelayan.
BACA JUGA:Dua Nelayan Cidaun yang Dilaporkan Hilang Ditemukan Tewas di Pantai Ciujung
BACA JUGA:Dua Nelayan Cidaun Hilang di Laut, Perahu Ditemukan Sudah Terbalik
“Untuk penambahan perahu belum ada, karena tempat penyimpanan perahu sudah tidak muat,” katanya.
Selain itu, faktor cuaca menjadi penyebab utama menurunnya aktivitas nelayan. Cuaca ekstrem berupa angin kencang, hujan deras, dan gelombang tinggi membuat nelayan terpaksa menghentikan aktivitas melaut.
“Cuaca Januari sampai Februari ini memang sedang buruk. Nelayan banyak yang berhenti melaut, sehingga penghasilan juga anjlok,” katanya.
Wawas mengimbau, kepada para nelayan untuk tidak melaut saat cuaca buruk demi keselamatan.
BACA JUGA:Mulai September, Pembuatan Barcode BBM Subsidi untuk Nelayan dan Petani Dialihkan ke Dinas Terkait
BACA JUGA:Perahu Nelayan Tenggelam di Jayanti Sebanyak 61 Unit, Kerugian Capai Ratusan Juta
“Setiap cuaca buruk, kami dari Rukun Nelayan selalu menginstruksikan dan mengimbau nelayan untuk tidak melaut,” katanya.
Dia berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan dermaga yang lebih luas untuk mengatasi persoalan keterbatasan ruang sandar dan penyimpanan perahu.
“Harapan kami dari Rukun Nelayan sekaligus mewakili nelayan di Palabuhan Jayanti, pemerintah bisa secepatnya membangun dermaga yang lebih luas, karena kondisi saat ini sudah benar-benar tidak mencukupi,” pungkasnya. (Cr1)