Selain itu, transformasi digital terus didorong untuk mempermudah akses layanan, meningkatkan efisiensi, dan meminimalkan kendala administratif yang dapat membebani jemaah.
Pelantikan 162 pejabat ini bukan sekadar pengisian jabatan, tetapi bagian dari pembentukan budaya kerja yang menempatkan jemaah sebagai prioritas utama. Integritas, kecepatan layanan, koordinasi lintas unit, serta kepekaan terhadap kebutuhan jemaah menjadi standar yang terus diperkuat.
Melalui langkah ini, Kementerian Haji dan Umrah berharap setiap jemaah Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan rasa aman, nyaman, dan tenang, didukung sistem pelayanan yang profesional dan penuh tanggung jawab.(haji.go.id