Konsep tersebut menarik perhatian Profesor Sakai Chihiro dari Universitas Hokkaido, Jepang, yang berkunjung langsung untuk melihat dan berinteraksi bersama guru serta murid di SDN 04 Meruya Selatan dalam proses pembelajaran berbasis inovasi INTAN.
Inovasi INTAN menjadi bukti komitmen sekolah dan Indonesia dalam mendukung transformasi pendidikan. Praktik baik ini diharapkan dapat menginspirasi satuan pendidikan lain dalam menjawab berbagai tantangan, seperti keterbatasan sumber daya maupun dominasi metode pembelajaran konvensional. Dengan demikian, sekolah mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih hidup dan bermakna, sekaligus membentuk generasi yang cakap numerasi serta siap menghadapi tantangan masa depan.
Kehadiran Taman Numerasi INTAN juga memperkuat implementasi pembelajaran berdiferensiasi. Dalam pendekatan ini, guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing murid sesuai kebutuhan dan tingkat pemahaman masing-masing. Numerasi pun tidak lagi dipandang sebagai mata pelajaran yang kaku, melainkan sebagai keterampilan hidup yang aplikatif dan relevan dalam kehidupan sehari-hari.(kemendikdasmen.go.id)