CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyebut program barak militer bagi pelajar bermasalah di Jawa Barat akan terus dilanjutkan. Dia mengklaim program tersebut berdampak pada menurunnya kasus tawuran di kalangan pelajar.
Menurut Dedi, saat ini eskalasi tawuran pelajar dinilai mulai berkurang seiring penerapan program pembinaan tersebut.
“Barak itu terus, sekarang kan bisa dilihat eskalasi kegiatan anak-anak yang tawuran sudah semakin menurun. Karena ada efektivitas,” kata Dedi kepada wartawan, usai menghadiri Safari Ramadan di Lapangan Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, Selasa, 10 Maret 2026.
BACA JUGA:Dedi Mulyadi Dukung Larangan Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun
BACA JUGA:KDM Diapresiasi Kapolri Karena Larang Siswa Naik Motor ke Sekolah
Dedi menjelaskan, ke depan program barak militer tidak hanya difokuskan pada penanganan kenakalan pelajar, tetapi juga diarahkan sebagai sarana pendidikan karakter bagi anak-anak di lingkungan masyarakat.
“Selanjutnya kita akan terus mengarah pada mereka bagaimana barak itu sebagai pendidikan karakter di lingkungan, bukan urusan kenakalan,” jelasnya.
Dedi juga menanggapi maraknya fenomena perang sarung yang kerap terjadi di sejumlah wilayah, terutama saat bulan Ramadan. Menurutnya, kejadian tersebut umumnya berlangsung di luar lingkungan sekolah.
“Perang sarung kan terjadi di luar sekolah, dan terjadi kebanyakan di sore hari dan malam hari. Nah itu urusannya sudah urusan orangtuanya,” katanya.
BACA JUGA:KDM akan Berikan Kompensasi Uang Saku kepada Sopir Angkot, Becak, Andong
BACA JUGA:Masyarakat Jabar di Timur Tengah Bisa Laporkan Kondisinya Melalui Hotline Tersedia
Dia menegaskan, pengawasan orang tua dan ketegasan lingkungan sangat berperan dalam mencegah terjadinya aksi tersebut.
“Tinggal orangtuanya mengidentifikasi anak-anaknya, dan sebenarnya itu bisa dicegah di lingkungan, asal lingkungannya tegas gak akan ada,” tandasnya.