Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat memastikan penyesuaian harga BBM non-subsidi tidak mengganggu distribusi di wilayah Jawa Barat, termasuk Cianjur.
BACA JUGA:Embung Pasar Ciranjang Dongkrak Pengunjung dan Ekonomi Warga
BACA JUGA:Pertamina Pastikan Stok BBM dan Elpiji di Cianjur Aman Jelang Lebaran
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, Susanto August Satria, mengatakan, penyaluran BBM tetap berjalan normal tanpa kendala.
“Tidak ada kendala, distribusi berjalan seperti biasa,” ujarnya.
Dia menegaskan, penyesuaian hanya berlaku untuk BBM non-subsidi seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, serta produk Bright Gas. Sementara BBM subsidi tidak mengalami perubahan karena menjadi kewenangan pemerintah.
“Beberapa jenis seperti Pertamax dan Pertamax Green juga tidak mengalami penyesuaian, sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat,” jelasnya.
BACA JUGA:Pertamina Pastikan Stok BBM di Cianjur dan Sukabumi Selama Nataru Aman
BACA JUGA:Kang Lepi Minta Pemkab CIanjur Tangani Dampak Kecelakaan Mobil Tangki BBM di Pasirhayam
Selain itu, tidak ada pembatasan pembelian BBM non-subsidi di SPBU karena mengikuti mekanisme pasar.
“Selama diserap pasar, penyaluran akan tetap dilakukan. Tidak ada pembatasan,” tambahnya.
Terkait harga gas subsidi di wilayah Cianjur Selatan, ia menegaskan bahwa pengawasan Pertamina hanya sampai tingkat pangkalan yang wajib mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Kalau ada yang menjual di atas HET, itu pelanggaran dan bisa dilaporkan ke call center 135 untuk ditindaklanjuti,” tegasnya.
BACA JUGA:Bahlil Sebut Cadangan BBM Nasional Aman
BACA JUGA:Mulai September, Pembuatan Barcode BBM Subsidi untuk Nelayan dan Petani Dialihkan ke Dinas Terkait
Di sisi lain, pelaku usaha di Cianjur mulai merasakan dampak kenaikan harga energi non-subsidi. Abadi Setiawibawa (36), salah satu pelaku usaha, mengaku beban operasional mulai meningkat, terutama dari sisi penggunaan gas.