Wamensos Ajak Pemuda dan Mahasiswa Dukung Program Pemberdayaan

Rabu 27-05-2026,16:50 WIB
Editor : Dede Sandi Mulyadi

Menanggapi usulan tersebut, Wamensos Agus Jabo meminta organisasi pemuda dan mahasiswa membuat program yang konkret. Setiap kegiatan harus memiliki sasaran, bentuk pelaksanaan, dan tujuan akhir yang jelas.

BACA JUGA:Kemendikdasmen Gandeng Polri hingga KPK Kawal SPMB Ramah 2026

BACA JUGA:Menaker: BPJS Ketenagakerjaan Harus Jadi Motor Penggerak K3

“Makanya saya minta konkret kalau bicara masalah program. Pemberdayaannya apa? Targetnya apa? Harus jelas,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya data dalam pelaksanaan program sosial. Lantaran Presiden Prabowo Subianto telah memberi mandat agar bantuan sosial semakin tepat sasaran.

“Data kita itu yang kemudian menjadi mandat Presiden,” katanya.

Agus Jabo menjelaskan bahwa Kementerian Sosial memiliki tiga fokus besar. Pertama, perbaikan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Kedua, bantuan sosial yang lebih tepat sasaran. Ketiga, Sekolah Rakyat.

BACA JUGA:Mensos Tegaskan Penanganan Masalah Kesehatan Jiwa Anak Mandat Konstitusi

BACA JUGA:Pertamina dan ERIA Perkuat Kolaborasi Strategis untuk Dorong Transisi Energi

“Selama ini Indonesia tidak pernah punya data yang sama. Pemerintah lembaga, pemerintah daerah punya data sendiri-sendiri sehingga program ekonomi dan sosialnya fragmentasi. Tidak fokus sehingga pengentasan kemiskinannya tidak selesai,” jelasnya.

Terkait bantuan sosial, Agus Jabo menyampaikan bahwa Kemensos sedang mengubah bantuan sosial pasif menjadi bantuan sosial yang lebih produktif melalui pemberdayaan. Ia turut menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat menjadi salah satu cara untuk memutus kemiskinan antargenerasi.

“Sekolah Rakyat itu tujuannya Presiden untuk memutus transmisi kemiskinan. Jadi kalau orang tuanya miskin, Presiden tidak ingin anaknya miskin,” jelasnya.

Agus Jabo menutup arahannya dengan meminta organisasi pemuda membangun kepemimpinan yang kuat, tidak hanya bekerja dalam kegiatan teknis, tetapi juga memahami persoalan besar bangsa.

“Kalian itu ingin jadi pemimpin bangsa, bukan ingin jadi pegawai negeri. Pikirannya harus besar, pikirannya harus strategis,” tukasnya.(Kemensos.go.id)

 

 

Kategori :