SURABAYA,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Harian Disway segera memiliki gedung kantor baru. Lokasinya sangat strategis, berada di Jalan Ketabang Kali, tepat di belakang kantor lama di Jalan Walikota Mustajab yang berhadapan langsung dengan Balai Kota Surabaya.
Gedung yang dibangun secara vertikal tersebut disiapkan menjadi kantor bersama Harian Disway, DBL Indonesia, dan Persebaya. Prosesi groundbreaking digelar secara sederhana dengan mengundang sejumlah mitra dan partner perusahaan.
Chief Financial Officer (CFO) Harian Disway yang juga pimpinan proyek, Annie Wong dalam sambutannya berharap pembangunan gedung baru ini menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan dan visi jangka panjang perusahaan.
"Semoga dengan pembangunan gedung Disway Center ini dapat memperkuat harapan dan komitmen kita untuk memiliki masa depan yang berkepanjangan. Kami berharap gedung ini membawa kemajuan, ruang kolaborasi, serta memberikan manfaat luas bagi kita semua," ujar Annie Wong.
BACA JUGA:Disway Group dan B Erl Cosmetics Resmi Jalin Kerja Sama, Kolaborasi untuk Berbagai Manfaat Luas
BACA JUGA:Disway Awards 2025: Momentum Apresiasi Integritas dan Kredibilitas Serta Reputasi Brand Nasional
Founder Disway Dahlan Iskan mengungkapkan bahwa hingga saat ini nama resmi gedung tersebut masih belum ditetapkan. Untuk sementara, proyek itu masih menggunakan nama Disway Center.
“Nama gedung ini masih saya rahasiakan. Terutama pada anak saya Azrul Ananda. Sebab dia juga merahasiakan pemain rekrutan baru Persebaya untuk musim depan,” kata Dahlan yang disambut tawa para tamu undangan.
Sebagaimana diketahui, Azrul Ananda saat ini menjabat sebagai Presiden Klub Persebaya Surabaya. Dahlan berharap nama gedung baru tersebut nantinya mampu merepresentasikan semangat kolaborasi antara Disway, DBL Indonesia, dan Persebaya.
Tiga entitas tersebut selama ini berkembang dalam ekosistem yang berbeda - media, youth sports, dan sepak bola profesional- namun sama-sama memiliki pengaruh kuat dalam membangun komunitas, menciptakan engagement, serta menggerakkan generasi muda melalui karya dan prestasi.
BACA JUGA:Mashudi Ditunjuk Jadi Direktur Pemberitaan dan Jaringan Disway Group
BACA JUGA:Skuad Kopi Good Day DBL All-Star 2026 Resmi Diumumkan, Sekaligus Luncurkan Program Super Teacher
Ia bahkan sempat memanfaatkan teknologi artificial intelligence (AI) untuk mencari inspirasi nama gedung tersebut. “Saya sempat masukkan konsep gedung ini ke AI lalu minta rekomendasi nama. Eh ternyata dikasih nama Bonek Center. Rupanya AI tahu juga Bonek,” ujar Dahlan.
Menurut Dahlan, pembangunan gedung ini tidak menggunakan jasa kontraktor swasta. Proses pengerjaan dilakukan secara swakelola dengan tetap melibatkan tim pengawas proyek untuk memastikan kualitas pembangunan.
"Kami ingin desain yang tidak biasa, yang mudah-mudahan belum ada di Surabaya. Karena itu kami ingin leluasa membangun sendiri sesuai dengan keinginan sendiri," tegasnya.