Pergerakan Orang Asing Makin Kompleks, Intelijen Keimigrasian Diperkuat

Kamis 24-09-2026,08:48 WIB
Reporter : Dede Sandi Mulyadi
Editor : Dede Sandi Mulyadi

CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Direktorat Intelijen Keimigrasian memperkuat kapasitas intelijen untuk menjaga kedaulatan dan keamanan negara. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Diseminasi Penguatan Penyusunan Produk Intelijen Keimigrasian Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Hotel Grand Aston Puncak, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Rabu (23/9/2026).

Direktur Intelijen Keimigrasian Agus Waluyo mengatakan, kegiatan tersebut merupakan implementasi Peraturan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Nomor 7 Tahun 2026 tentang Intelijen Keimigrasian yang telah ditetapkan dan mulai diterapkan.

Menurut Agus, dinamika pergerakan orang asing semakin kompleks sehingga membutuhkan kewaspadaan dan kemampuan deteksi dini yang lebih kuat. Kondisi itu mencakup keberadaan tenaga kerja asing (TKA), potensi kejahatan lintas negara (transnational crime), hingga kemungkinan infiltrasi asing.

"Perkembangan situasi global dan nasional memiliki implikasi langsung terhadap kedaulatan negara. Karena itu, jajaran intelijen keimigrasian dituntut mampu melakukan deteksi dini serta menyusun langkah antisipasi secara tepat," katanya.

BACA JUGA:Imigrasi Cianjur Hadirkan PASPORIA dan Perkuat Pengawasan Keimigrasian di Cianjur Selatan

BACA JUGA:Semarak Kemerdekaan RI ke-81, Imigrasi Cianjur Gelar Beragam Perlombaan

Agus menegaskan, perkembangan tersebut menuntut seluruh jajaran intelijen keimigrasian meningkatkan kemampuan dalam merespons berbagai situasi. Pengawasan terhadap lalu lintas orang asing harus dilakukan secara cermat dengan mengedepankan analisis dan langkah antisipasi.

"Ini membutuhkan tanggapan, kewaspadaan, dan antisipasi yang sangat tinggi dari seluruh jajaran intelijen keimigrasian," ujarnya.

Selain meningkatkan kapasitas personel, Agus menekankan pentingnya koordinasi dan sinergi lintas lembaga dalam memperkuat fungsi intelijen keimigrasian. Jaringan komunikasi dengan institusi yang memiliki fungsi keamanan dan intelijen dinilai penting untuk mengantisipasi berbagai potensi ancaman.

Menurutnya, koordinasi dengan sejumlah lembaga, seperti BAIS TNI, BIN, dan Polri, perlu terus diperkuat, terutama dalam pertukaran informasi serta peningkatan kemampuan deteksi dan pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan.

BACA JUGA:Imigrasi Catatkan Kenaikan PNBP 6,42 Persen dari Sektor Visa

BACA JUGA:Sinergi Imigrasi dan ITB Inisiasi “Pagar Digital” Patroli Drone untuk Pengawasan Perbatasan

Agus berharap personel intelijen keimigrasian semakin mampu mengolah informasi, melakukan analisis, serta menyusun produk intelijen yang berkualitas sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan langkah strategis.

"Diharapkan setelah kegiatan ini, setiap data dan analisis yang dihasilkan benar-benar dapat memberikan dampak signifikan serta rekomendasi yang tepat sasaran dalam memitigasi potensi gangguan keamanan di wilayah Indonesia," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Cianjur, Riky Afrimon mengaku bangga wilayah kerja Keimigrasian Cianjur dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan Diseminasi Penguatan Penyusunan Produk Intelijen Keimigrasian.

Kategori :