Banner Disway Award 2025

Bulog Subdivre Cianjur Targetkan Penyerapan 33.700 Ton Gabah di 2026

Bulog Subdivre Cianjur Targetkan Penyerapan 33.700 Ton Gabah di 2026

Kantor Bulog Subdivre Cianjur di Jalan Dr. Muwardi. (Foto: CIANJUR EKSPRES/Fauzi Noviandi)--

CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Bulog Subdivre Cianjur mencatat selama Januari 2026 telah menyerap sebanyak 3.500 ton gabah atau sekitar 10 persen dari total target tahunan sebesar 33.700 ton.

Kepala Perum Bulog Subdivre Cianjur, Yanto Nurdianto mengatakan bahwa penyerapan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga di tingkat petani sekaligus memperkuat stok pangan nasional.

"Jamin kesejahteraan dan kepastian pasar melalui harga pembelian yang ditetapkan sebesar Rp6.500, Bulog berharap dapat meningkatkan kesejahteraan para petani di wilayah Cianjur dan Sukabumi," katanya, Minggu 8 Februari 2026.

Menurutnya, Bulog berperan sebagai offtaker yang memberikan kepastian pasar bagi hasil panen masyarakat. "Dengan adanya kepastian pasar ini, kami berharap petani termotivasi untuk terus meningkatkan produktivitas dan kualitas gabah mereka," ujarnya.

BACA JUGA:Produksi Gabah Kering Capai 750 Ton, Cianjur Diprediksi Surplus Beras Hingga 20 Persen

BACA JUGA:Hingga Agustus 2025, Produksi Gabah Cianjur Capai 649.337 Ton

Yanto mengatakan, untuk mengejar target penyerapan, Bulog Cianjur melakukan berbagai langkah strategis, seperti pendampingan lapangan, dengan bekerja sama dengan Kodim melalui Babinsa untuk memetakan potensi panen di berbagai titik.

"Kemudian dilaksanakan koordinasi teknis dan melakukan sinergi dengan Dinas Pertanian, PPL, serta gabungan kelompok tani (Gapoktan). Kami juga memastikan padi dipanen pada usia yang tepat untuk menjaga kualitas hasil giling," katanya.

Menurut Yanto, meskipun saat ini memasuki musim hujan yang berisiko pada tingginya kadar air gabah, Bulog menjamin kualitas beras yang disimpan di gudang akan tetap sesuai standar (kadar air 14%) melalui proses pengolahan di mitra maklon.

"Puncak penyerapan diprediksi akan terjadi pada masa panen raya antara bulan Maret hingga Juni 2026," ucapnya.

BACA JUGA:Pemprov Jabar Optimis Produksi Padi 2026 Meningkat Meski Terjadi Banjir

BACA JUGA:Diserang Burung Pipit, Ratusan Hektar Sawah di Ciranjang Cianjur Gagal Panen

Dia mengungkapkan, pihaknya menargetkan sekitar 80 persen dari total target tahunan dapat terserap pada semester pertama ini. Wilayah Cianjur Selatan, seperti Cidaun, Naringgul, dan Pagelaran, dinilai memiliki potensi panen yang sangat besar.

"Kami juga mendapatkan penugasan untuk menyerap komoditas jagung. Bekerja sama dengan Polres sebagai pendamping. Target penyerapan sekitar 6.000 ton jagung pipil kering dengan harga beli di gudang sebesar Rp6.700 per kilogram," kata Yanto.

Sumber: