Banner Disway Award 2025

Dugaan Bullying di SMP Cilaku Cianjur Mencuat, Ini Kata Bupati

Dugaan Bullying di SMP Cilaku Cianjur Mencuat, Ini Kata Bupati

Ilustrasi-Bullying. (Foto: Pixabay)--

CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Dugaan perundungan terhadap seorang siswa di salah satu SMP di Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, mencuat ke publik setelah unggahan di Facebook menjadi viral, Jumat 27 Februari 2026. Kasus tersebut langsung mendapat perhatian pemerintah daerah yang memastikan akan melakukan penelusuran menyeluruh.

Unggahan dari akun @Chepy Motor Cilaku Cianjur memuat permintaan keadilan bagi korban yang disebut mengalami tindakan bullying di lingkungan sekolah. Postingan tersebut kemudian ramai dibagikan dan menuai beragam respons dari warganet.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin, membenarkan adanya laporan dugaan perundungan tersebut. Menurutnya, Disdikpora saat ini tengah melakukan klarifikasi dan koordinasi dengan pihak sekolah serta instansi terkait.

“Kami sudah menerima informasi tersebut. Saat ini sedang dilakukan pengecekan di lapangan dan koordinasi, termasuk dengan aparat penegak hukum terkait langkah penanganannya,” ujarnya kepada wartawan, Senin 2 Maret 2026.

BACA JUGA:Bupati Cianjur Tegaskan Kasus Bullying Tidak Bisa Dibenarkan

BACA JUGA:Disdikpora Cianjur Instruksikan Kepsek Baru Cegah Perundungan

Ruhli menegaskan, apabila terbukti terjadi pelanggaran, sanksi akan diberikan kepada terduga pelaku sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Di sisi lain, pihaknya memprioritaskan perlindungan terhadap korban, terutama dalam aspek pemulihan psikologis.

“Korban harus mendapatkan pendampingan dan perlindungan, khususnya untuk memastikan kondisi mentalnya tetap terjaga,” katanya.

Sementara itu, Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, menyatakan tindakan bullying tidak dapat di toleransi dalam bentuk apa pun. Dia menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik.

“Perundungan tidak bisa dibenarkan. Kita harus menjaga nilai ‘someah’ yang menjadi karakter masyarakat Cianjur. Tidak ada alasan untuk menyakiti atau merendahkan orang lain,” tegasnya.

BACA JUGA:Cegah Perang Sarung, Disdikpora Cianjur Perketat Pengawasan Siswa Selama Ramadan

BACA JUGA:Viral Duel Gladiator Pelajar SMP-SMA di Cianjur, Satu Siswa Alami Patah Kaki

Pemerintah daerah, lanjutnya, akan memastikan kasus tersebut ditindaklanjuti agar tidak terulang di kemudian hari. Dia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menumbuhkan budaya saling menghargai di lingkungan pendidikan.

Sumber: