Lima Remaja Putus Sekolah di Cipanas Cianjur Digembleng Keterampilan Kerja

Lima Remaja Putus Sekolah di Cipanas Cianjur Digembleng Keterampilan Kerja

Sedikitnya lima remaja rentan dan putus sekolah asal Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur mengikuti Pelatihan Keterampilan Kerja Angkatan II Tahun 2026. (Foto : Istimewa)--

CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Sedikitnya lima remaja rentan dan putus sekolah asal Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur mengikuti Pelatihan Keterampilan Kerja Angkatan II Tahun 2026 yang diselenggarakan UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Bina Remaja (PPSGBR) Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. Program tersebut merupakan upaya pemerintah membekali remaja dengan keterampilan kerja sekaligus membentuk karakter agar siap hidup mandiri.

Pendamping Sosial Eks TKSK Kecamatan Cipanas, Aat Atikah mengatakan, jumlah peserta pelatihan sebanyak enam orang. Lima peserta berasal dari Kecamatan Cipanas, sedangkan satu peserta lainnya berasal dari Kecamatan Pasirkuda.

"Peserta yang mengikuti pelatihan berusia 15 hingga 18 tahun. Selama tiga bulan mereka akan mendapatkan pelatihan menjahit, tata boga, barbershop, dan perbengkelan," ujar Aat kepada Cianjur Ekspres, 28 Juli 2026.

Selain dibekali keterampilan kerja, lanjut dia, para peserta juga memperoleh pembinaan mental, kedisiplinan, serta pendidikan karakter. Seluruh biaya pelatihan ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

BACA JUGA:Angka Putus Sekolah di Cianjur Capai 53 Ribu Anak

BACA JUGA:Pemdes Ciherang Cianjur Siapkan PKBM Atasi ATS

Aat menjelaskan, proses penjaringan peserta dilakukan melalui kerja sama antara Dinas Sosial, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, serta pengurus RT dan RW. Tahapannya diawali dengan sosialisasi dan pendataan terhadap remaja yang memenuhi kriteria sebagai peserta.

Menurut dia, UPTD PPSGBR merupakan lembaga rehabilitasi sosial yang memberikan pembinaan kepada anak terlantar dan remaja putus sekolah melalui pelatihan keterampilan serta pembentukan karakter. Program tersebut bertujuan membekali peserta dengan keahlian kerja, memperkuat mental dan kedisiplinan, sekaligus mempersiapkan mereka agar mampu hidup mandiri.

Aat menambahkan, pelatihan ini diselenggarakan dua kali dalam setahun dengan durasi tiga bulan pada setiap angkatan. Seluruh peserta dapat mengikuti program secara gratis karena seluruh pembiayaannya ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Dengan adanya program ini, kami berharap semakin banyak remaja rentan dan putus sekolah yang memiliki keterampilan, lebih percaya diri, serta memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh pekerjaan dan meraih masa depan yang lebih baik," pungkasnya.

Sumber: