Jawa Barat Raih Predikat Terbaik I Program THE MOST KUA 2026
Para penerima predikat terbaik THE MOST KUA (Move for Sakinah Maslahat) 2026).(Foto : Kemenag.go.id)--
JAKARTA,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Provinsi Jawa Barat berhasil meraih predikat Terbaik I dalam program THE MOST KUA (Move for Sakinah Maslahat) 2026. Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan hasil evaluasi terhadap pelaksanaan program pembinaan keluarga sakinah yang diselenggarakan Kantor Urusan Agama (KUA) di berbagai daerah.
Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Ahmad Zayadi, mengatakan bahwa penguatan keluarga sakinah-maslahat menjadi salah satu aspek penting dalam pembangunan bangsa. Pasalnya, kualitas keluarga memiliki peran besar dalam membentuk karakter, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta memperkuat ketahanan sosial masyarakat.
“Pembangunan bangsa tidak pernah berdiri di ruang hampa. Ia bertumpu pada kualitas keluarga sebagai unit sosial paling dasar yang membentuk karakter, etika, dan daya tahan masyarakat. Ketika keluarga kokoh, bangsa memiliki fondasi yang kuat untuk tumbuh secara berkelanjutan,” ujar Zayadi di Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Ia menjelaskan, keluarga sakinah-maslahat tidak hanya ditandai oleh keharmonisan hubungan antaranggota keluarga, tetapi juga kemampuan menjalankan fungsi keagamaan, pendidikan, perlindungan, ekonomi, sosial budaya, dan kepedulian terhadap lingkungan.
BACA JUGA:RUU Adminduk Segera Dibahas, Kemkomdigi Soroti Keamanan dan Akses Data Warga
BACA JUGA:Gus Ipul Targetkan 48 Juta Keluarga Terdaftar dalam Perlinsos Digital pada Akhir 2026
Zayadi menegaskan, peran KUA tidak terbatas pada pencatatan pernikahan. KUA juga menjadi pusat layanan keagamaan yang memberikan edukasi, bimbingan perkawinan, konseling, dan pembinaan keluarga secara berkelanjutan.
“Dalam konteks tersebut, KUA tidak lagi dapat dipahami sebatas lembaga pencatat pernikahan. KUA adalah simpul pelayanan keagamaan yang berorientasi pada penguatan keluarga,” jelasnya.
Melalui THE MOST KUA, pembinaan keluarga dilaksanakan dengan kegiatan yang menyesuaikan karakteristik wilayah. Kegiatan tersebut meliputi edukasi keluarga sakinah, bimbingan bagi remaja usia sekolah dan remaja usia nikah, konseling keluarga, serta diskusi tematik yang melibatkan penghulu, penyuluh agama, dan mitra strategis setempat.
Pelaksanaannya dapat dilakukan secara tatap muka, daring, maupun hibrida dengan memanfaatkan fasilitas KUA dan jejaring komunitas keagamaan. Materi pembinaan mencakup penguatan nilai sakinah, pencegahan konflik keluarga, peningkatan literasi hukum perkawinan, dan ketahanan ekonomi keluarga.
BACA JUGA:Tiga Kunci Ketahanan Keluarga Hadapi Berbagai Tantangan
BACA JUGA:Festival Film Keluarga Dinilai Efektif Sosialisasikan PP TUNAS
Menurut Zayadi, THE MOST KUA tidak sekadar menjadi kegiatan tematik selama Ramadan, tetapi juga menjadi sarana untuk menerapkan nilai sakinah-maslahat dalam kehidupan sehari-hari. Ramadan dimanfaatkan untuk memperkuat spiritualitas sekaligus menumbuhkan kepedulian dan tanggung jawab sosial dalam keluarga.
Nilai kesabaran, pengendalian diri, empati, dan kedisiplinan yang dilatih selama Ramadan diharapkan tercermin dalam hubungan suami istri, pengasuhan anak, dan interaksi sosial. Dengan demikian, pembinaan keluarga dapat berlanjut setelah Ramadan dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Sumber: