Banner Disway Award 2025

Kang Huda dan Transformasi PKB Jawa Barat

Kang Huda dan Transformasi PKB Jawa Barat

Ketua DPC PKB Cianjur, Lepi A. Firmansyah.(Dok.Pribadi/Lepi Ali Firmansyah) --

Gagasan politik kehadiran menjadi inovasi penting lainnya dalam kepemimpinan Kang Huda. Politik kehadiran menggeser fungsi partai dari sekadar institusi ideologis menjadi kekuatan sosial yang benar benar hadir membantu masyarakat. Bentuk implementasinya antara lain program Food Bank, yaitu penyediaan makanan bagi warga kurang mampu, kemudian penyediaan ratusan unit ambulans untuk kebutuhan tanggap darurat, serta pembentukan lembaga amal partai bernama BAZAS sebagai instrumen kepedulian sosial.

Model gerakan ini sejalan dengan teori modal sosial yang menyatakan bahwa pelayanan nyata yang dilakukan oleh organisasi politik mampu membangun kepercayaan publik dan memperkuat legitimasi institusional (Putnam, 2000). Dengan demikian, transformasi PKB Jabar dapat dibaca sebagai upaya membuka kembali jalur hubungan emosional antara organisasi politik dan publik melalui kerja nyata dan bukan sekadar simbol politik.

Upaya modernisasi PKB Jabar juga dilakukan melalui penguatan komunikasi digital. Ruang digital menjadi arena utama dalam pembentukan opini publik modern sehingga partai harus tampil dengan gaya komunikasi visual dan naratif yang kreatif dan inspiratif. Strategi ini difokuskan pada basis pemilih muda seperti milenial dan generasi Z yang mengandalkan media sosial untuk mendapatkan informasi politik.

Riset ilmiah menunjukkan, penggunaan media sosial dalam kampanye politik mampu meningkatkan peluang kemenangan elektoral. Abdillah (2014) menemukan bahwa partai yang memanfaatkan platform seperti Facebook, Twitter, dan YouTube mendapatkan jangkauan publik lebih luas dan dukungan elektoral yang lebih besar. Temuan tersebut memberikan pembenaran akademik bahwa strategi digital PKB Jabar merupakan strategi rasional yang sesuai dengan perilaku pemilih masa kini.

Menyatukan Tradisi dan Inovasi

Transformasi PKB Jawa Barat menunjukkan bahwa modernisasi tidak harus menghilangkan identitas tradisional. Nilai tradisi menjadi fondasi moral, sementara inovasi menjadi strategi pembaruan, hal ini sesuai dengan prinsif  al-Muhafazhah 'alal Qadimish Shalih wal Akhdu bil Jadidil Ashlah. Kombinasi tradisi dan inovasi ini membuka ruang bagi munculnya model partai politik yang relevan, profesional, dan berorientasi pelayanan publik. PKB Jabar hadir sebagai contoh bahwa partai dapat berkembang modern tanpa meninggalkan akar sejarah dan sumber nilai moralnya.

Di bawah Kang Huda, transformasi ini juga memperlihatkan bahwa pembaruan politik dapat dilakukan tanpa meninggalkan akar tradisi keislaman dan kultur pesantren yang menjadi fondasi identitas partai. Melalui penguatan integritas organisasi, pembenahan sistem kaderisasi, penerapan politik kehadiran yang nyata, serta strategi digital yang modern, PKB Jabar bergerak menuju bentuk partai yang profesional, relevan, dan berorientasi pada pelayanan publik. Perubahan ini bukan sekadar kosmetik struktural tetapi merupakan perubahan paradigma yang menempatkan masyarakat sebagai pusat orientasi politik.

Namun perlu dicatat bahwa literatur akademik tentang transformasi PKB secara khusus di wilayah Jawa Barat masih terbatas. Oleh sebab itu narasi ini dapat menjadi dasar penelitian lanjutan berbasis lapangan dengan pendekatan sosial politik untuk mengukur bagaimana dampak transformasi PKB Jabar terhadap peningkatan dukungan elektoral dan perubahan persepsi publik. 

Pada akhirnya, masa depan partai politik terletak pada kemampuan memadukan nilai dan kinerja, tradisi dan inovasi, akar kultural dan tuntutan modernitas. Ketika partai hadir dalam kehidupan masyarakat melalui tindakan konkret, partai memperoleh kembali kepercayaan publik dan legitimasi moral untuk memimpin perubahan. Pendekatan ini sejalan dengan pandangan teoretis Putnam yang menjelaskan bahwa modal sosial dan kepercayaan publik dapat dibangun melalui partisipasi nyata dan pelayanan langsung kepada masyarakat (Putnam, 2000).

Momen Musyawarah Wilayah PKB Jawa Barat menjadi titik penting untuk meneguhkan kembali arah transformasi tersebut. Muswil bukan hanya forum memilih kepemimpinan tetapi ruang konsolidasi gagasan untuk memastikan bahwa semangat perubahan yang telah berjalan tetap terpelihara dan semakin diperkuat. Muswil menjadi momentum untuk mempertegas komitmen kolektif kader dalam menjaga tradisi, menjaga kehormatan partai, serta memperluas kemenangan melalui kerja nyata, pelayanan kemanusiaan, dan strategi politik modern.

Akhirul kalam, Muswil PKB Jawa Barat bukan hanya agenda organisasi tetapi juga penanda perjalanan perubahan. Di tangan Kang Huda, PKB Jabar berupaya menjadi rumah politik yang mempersatukan kekuatan tradisi dan energi pembaruan untuk menjawab tuntutan zaman dan harapan publik Jawa Barat. Wallahul muwaffiq ilaa aqwamith thoriq.(*)

Oleh: 

Ketua DPC PKB Cianjur, Lepi A. Firmansyah 

 

 

Sumber: