Dinas Peternakan Cianjur Kekurangan Dokter Hewan

Dinas Peternakan Cianjur Kekurangan Dokter Hewan

PEMERIKSAAN KESEHATAN HEWAN: Kepala DPKHP Kabupaten Cianjur, Aris Haryanto saat melihat langsung pemeriksaan kesehatan hewan.(istimewa) --

CIANJUR, CIANJUREKSPRES. DISWAY. ID -  Dinas Peternakan, Kesehatan Hewan dan Perikanan (DPKHP) Kabupaten Cianjur, ternyata kekurangan dokter dan tenaga kesehatan hewan. Hal ini pun berpengaruh terhadap kurang maksimalnya pelayanan dengan cakupan wilayah Kabupaten Cianjur yang luas. 

Kepala DPKHP Kabupaten Cianjur, Aris Haryanto, mengungkapkan, saat ini pihaknya hanya memiliki dua dokter hewan. 

BACA JUGA:Harga Telur Ayam di Cianjur Tembus Rp33 Ribu/kg, Ini Penyebabnya

"Yang fix dua orang dokter, satu orang sudah diangkat di dinas dan satu orang THL (tenaga harian lepas) yang dibiayai APBN," katanya kepada Cianjur Ekspres, Senin (22/5). 

Menurutnya, dari tujuh UPTD yang ada minimal di masing-masing ada satu dokter atau tenaga kesehatan hewan. "Kalau melihat ini minimal kita membutuhkan sembilan tenaga medis untuk dokter hewan," ucap Aris. 

BACA JUGA:CCEP Indonesia Raih Penghargaan di Ajang Indonesia Green and Sustainable Companies Award 2023

Aris mengatakan, pihaknya sudah mengusulkan untuk Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja (Anjab dan ABK) membutuhkan tambahan tenaga medis kesehatan hewan. 

"Sudah kita ajukan dan memang minimalnya, idealnya satu UPTD satu dokter hewan atau tenaga medisnya," katanya. 

BACA JUGA:Ratusan Bacaleg Muda akan Bertarung di Pemilu 2024

Dia tidak memungkiri bahwa jumlah dokter hewan yang sangat minim saat ini mempengaruhi pelayanan sehingga kurang maksimal. 

"Karena memang luas wilayah dan klinik hewan di Cianjur masih terbatas," katanya. 

"Apalagi menjelang Idul Adha biasanya banyak hewan yang harus diperiksa kesehatannya untuk memenuhi persyaratan hewan kurban," tutur Aris menambahkan.

Sumber: