Kukuhkan Pengurus Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana, Bupati Cianjur Tegaskan Ini
Pengurus Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Kabupaten Cianjur periode 2023-2027 dikukuhkan, Selasa 22 Juli 2025.--
CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Pengurus Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Kabupaten Cianjur periode 2023-2027 dikukuhkan, Selasa 22 Juli 2025.
Pengukuhan dilakukan Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian di halaman Kantor Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cianjur.
Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian menegaskan pentingnya peran penyuluh KB sebagai ujung tombak dalam pembangunan keluarga yang sehat, tangguh, dan sejahtera. Terlebih dia menilai, bahwa keberadaan IPeKB sangat strategis dalam mendukung program-program pemerintah daerah, khususnya dalam hal pengendalian penduduk dan pembangunan keluarga.
BACA JUGA:Gadis 16 Tahun Korban Rudapaksa Oleh 12 Pria di Cianjur Sudah Mulai Pulih
BACA JUGA:Kabupaten Cianjur Dipastikan Tak Kebagian Kuota Nikah Massal Oleh Kemenag RI
BACA JUGA:Warga Cianjur Masih Bingung Cara Bayar Tilang ETLE, Polisi: Konfirmasi Dulu
"Penyuluh KB bukan hanya sebagai komunikator, tetapi juga sebagai motivator dan fasilitator dalam membentuk keluarga yang berkualitas. Saya berharap pengurus yang baru dapat bekerja secara profesional dan penuh tanggung jawab," ujarnya.
Kepala DPPKBP3A Kabupaten Cianjur, Amad Mutawali, memastikan kinerja para penyuluh KB akan terus dimaksimalkan untuk mencapai target-target program yang telah ditetapkan.
"Jumlah anggota IPeKB saat ini sebanyak 76 orang yang tersebar di seluruh Kabupaten Cianjur, terdiri dari ASN maupun P3K. Mudah-mudahan setelah dikukuhkan oleh Bupati, semangat dan kinerja mereka semakin meningkat," katanya.
Mutawali mengatakan, capaian program KB saat ini terbilang stabil dan ideal. Sosialisasi terus dilakukan untuk mendukung kampanye “Dua Anak Lebih Sehat” serta menjaga keseimbangan laju pertumbuhan penduduk.
"Kita terus kendalikan angka penduduk, jangan sampai jumlahnya berlebihan, tapi juga tidak kekurangan. Keseimbangan ini penting untuk masa depan daerah," pungkasnya.(dys)
Sumber: