Ratusan Menara Telekomunikasi di Cianjur Sumbang Pendapatan Daerah Rp1,2 Miliar

Ratusan Menara Telekomunikasi di Cianjur Sumbang Pendapatan Daerah Rp1,2 Miliar

Ilustrasi menara telekomunikasi di Jl KH Abdullah Bin Nuh. Sumbangan retribusi pendapatan daerah dari menara telekomunikasi di Cianjur tahun ini mencapai Rp1,2 miliar.(Rikzan Rezkyesa Azhari/Cianjur Ekspres)--

CIANJUR, CIANJUR EKSPRES - Keberadaan ratusan menara telekomunikasi yang tersebar di Kabupaten Cianjur, menyumbang pendapatan daerah Rp1,2 miliar tahun ini dan melebihi target Rp1,1 miliar.   

Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfosan) Kabupaten Cianjur, melalui Subkoordinator Layanan dan Pengelolaan Infrastruktur Bidang Aplikasi dan Informatika, Engkus Kusmayadi mengungkapkan, total terdapat 540 menara telekomunikasi yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Cianjur.

BACA JUGA:Diminta Presiden Cek Stok Beras Nasional, Mentan: Saya Diberi Waktu Satu Minggu

“Jumlah tersebut terdiri dari semua jenis menara, yang dibangun oleh kurang lebih 30 perusahaan penyedia jasa telekomunikasi,” ujarnya saat ditemui di kantor Diskominfosan Kabupaten Cianjur, Selasa (01/11/2022).

Dari segi penarikan retribusi menara telekomunikasi, kata Engkus, pihaknya mengakui telah melebihi target. Dari total kurang lebih Rp1,1 miliar, realisasinya sudah Rp1,2 miliar pada tahun ini.

“Kenaikan retribusi tersebut karena ada penambahan sekitar 20 menara dari tahun lalu. Besaran retribusi tergantung jenis menaranya, ketinggian, dan jarak dari ibukota kabupaten. Rata-rata dari 2,5 juta sampai 2,7 juta rupiah per menaranya yang dibayar tiap tahunnya,” katanya. 

BACA JUGA:Siap-siap Hijrah! Ini Cara Pindah dari TV Analog ke Digital

Ia menyebutkan, akan ada 25 menara baru yang akan dibangun oleh beberapa perusahaan penyedia jasa. Menurut Engkus, penyebaran menara yang berfungsi untuk meneruskan sinyal itu merupakan hasil pertimbangan dari perusahaan penyedia jasa, bukan rekomendasi dari pihak pemerintah. 

Vendor, kata dia, hanya membangun menara di lokasi yang dinilai menguntungkan dari segi pasar, yakni di daerah padat penduduk dan sepanjang jalan nasional.

BACA JUGA:Pasar Malam di Cianjur Mulai Menggeliat Lagi Pasca Pandemi Covid-19

“Vendor-nya yang menentukan lokasi (menara). Kita tidak bisa mereka untuk membangun tower di lokasi yang ternyata menurut potensi pasar tidak menguntungkan,” tutur Engkus.

Meskipun begitu, pihaknya sudah menyarankan vendor pembangunan menara untuk membangun di wilayah blind spot atau wilayah yang belum dicapai jaringan.(*)

Sumber: