Banner Disway Award 2025

Ketua DPD Nasdem Cianjur Minta Kebijakan Jam Masuk Sekolah Dikaji Ulang

Ketua DPD Nasdem Cianjur Minta Kebijakan Jam Masuk Sekolah Dikaji Ulang

Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Cianjur, Onnie Soerono Sandi. (Foto: Rikzan Rezkyesa Azhari/CIANJUR EKSPRES)--

CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Cianjur, Onnie Soerono Sandi, meminta agar kebijakan perubahan jam masuk sekolah 06.00 WIB di Jawa Barat, dikaji ulang.

Menurutnya, karakteristik dan kebiasaan tiap daerah berbeda-beda, sehingga keputusan tersebut tidak bisa disamaratakan.

Selain itu, Onnie menyoroti dampak perubahan jam masuk sekolah, terutama bagi anak-anak di daerah seperti Cianjur.

“Pasca salat subuh, anak-anak kita biasanya belajar mengaji. Kalau jam masuk sekolah dimajukan, kegiatan ngaji ini bisa terganggu. Kasihan anak-anak kita jadi tidak bisa ngaji,” ujarnya saat ditemui di Kantor DPD Partai NasDem Kabupaten Cianjur, 9 Juni 2025.

BACA JUGA:Darurat Eceng Gondok, Inisiasi Gerakan Cirata Zero Eceng Gondok

BACA JUGA:SAR Cianjur Kembali Melatih Calon Potensi SAR

Onnie menjelaskan, di kampung-kampung Cianjur, banyak orang tua yang mengarahkan anak-anak untuk mengikuti kajian subuh atau belajar mengaji setelah salat subuh.

“Sekarang saja salat subuh sekitar jam 05.00 WIB kurang 15 menit lah. Kalau selesai salat dan ngaji waktunya sangat mepet untuk persiapan sekolah,” jelasnya.

Sejumlah orang tua pun menilai perubahan jadwal ini tidak mempertimbangkan aspek keamanan, khususnya yang berada di daerah pelosok.

“Beberapa orang tua bilang, kalau anak berangkat terlalu pagi, kondisi jalan masih gelap. Juga, kalau punya anak dua atau tiga yang harus disiapkan bersamaan,” ujar Onnie.

BACA JUGA:Sepanjang Tahun 2025, Belasan Pasangan Suami Istri di Cianjur Batal Bercerai

BACA JUGA:Tiga Jembatan Rusak Akibat Bencana Banjir di Cianjur Diperbaiki

Onnie menegaskan dirinya memahami niat baik Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) dalam upaya mendisiplinkan siswa. Namun, dia berharap ada kajian yang lebih matang sebelum kebijakan diterapkan.

“Saya tahu niat beliau baik. Tapi, setiap kabupaten dan kota di Jawa Barat punya karakteristik yang berbeda. Jangan diseragamkan begitu saja,” tukasnya.

Sumber: