Petani Cianjur Keluhkan Rendahnya Harga Sayuran di Pasaran
Dede (58) petani asal Kampung Ciguntur, Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, saat mengecek kondisi tanaman cabai di kebun miliknya, Minggu (26/10/2025).(Foto: DEDE SANDI MULYADI/CIANJUR EKSPRES)--
CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Kalangan petani sayuran di wilayah Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, mengeluhkan penurunan harga jual aneka sayuran yang terjadi sejak sepekan belakangan.
"Harga sayuran saat ini sedang turun, untuk Harga cabai merah saja di tingkatan petani harganya cuma Rp30 ribu per kilogram. Sebelumnya Harga cabai merah mencapai Rp43 ribu per kilogram. Turunnya sampai 13 ribu," kata Wa Dede (58) petani asal Ciguntur, Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Minggu 26 Oktober 2025.
Selain cabai merah, lanjut Wa Dede, harga cabai hijau yang awalnya Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram, kini turun menjadi Rp20 ribu per kilogram.
Kemudian, harga sawi Rp800 hingga Rp1000 per kilogram, bawang daun yang awalnya dihargai Rp9000 hingga Rp10 ribu per kilogram, kini turun menjadi Rp6000 per kilogram.
BACA JUGA:Mulai September, Pembuatan Barcode BBM Subsidi untuk Nelayan dan Petani Dialihkan ke Dinas Terkait
BACA JUGA:Eceng Gondok Rugikan Petani Ikan Keramba di Perairan Waduk Cirata
"Itu harga kotor, belum dipotong pupuk, biaya upah dan ongkos angkut barang dan lainnya," kata Dede.
Menurutnya, turunnya harga sejumlah sayuran di tingkat petani karena dipengaruhi oleh harga jual di pasaran dan tingginya biaya operasional.
"Faktornya harga di (pasar) kota turun, dan ongkos produksi tinggi. Kalau para petani-mah, ikut harga di kota, di kota turun, kita ikut turun, kalau di kota naik, kita juga ikut naik," ujarnya.
Dede menambahkan, kondisi harga aneka sayuran khususnya cabai merah dan hijau saat ini sulit diprediksi. Kapan akan naik atau turun.
BACA JUGA:Kemenkop Gelar Lokakarya Penguatan Bisnis KDMP di Cianjur, Dorong Kerja Sama Antar Koperasi
BACA JUGA:24 Desa di Cianjur Masuk Kategori Rentan Rawan Pangan
"Pokoknya saat ini semua petani sedang mengeluh, baik petani gedean maupun petani kecil semua sedang mengeluh. Pengeluaran tidak seimbang dengan pemasukan. Ditambah lagi akses jalan yang buruk, menambah beban biaya," katanya.
Hal serupa juga disampaikan Wawan, menurutnya turunnya harga sejumlah sayuran sudah berlangsung sejak satu minggu lalu. Akibatnya, sejumlah petani mengalami penurunan pendapatan hingga rugi.
Sumber:
