Muncul Air Menyembur dari Badan Jalan, Ini Kata Camat Cugenang Cianjur
Ilustrasi-Warga dan pengguna jalan dikejutkan dengan munculnya air yang menyembur dari badan jalan di Jalan Raya Cipanas-Cianjur KM 7, tepatnya di Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur.(Foto: Pixabay)--
CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Warga dan pengguna jalan dikejutkan dengan munculnya air yang menyembur dari badan jalan di Jalan Raya Cipanas-Cianjur KM 7, tepatnya di Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur.
Akibatnya, arus lalu lintas di kawasan tersebut terganggu dan membuat antrian kendaraan, Selasa 13 Januari 2026.
Air yang keluar dari sela aspal jalan itu diduga berasal dari pipa saluran air di bawah permukaan jalan atau kemungkinan mata air yang muncul akibat intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Cianjur selama lebih dari sepekan terakhir.
Camat Cugenang, Ali Akbar, mengatakan, pihaknya langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat. Berdasarkan hasil pengecekan awal, air yang sempat terlihat keruh kini sudah bening dan telah dialirkan ke saluran drainase agar tidak meluber ke badan jalan.
BACA JUGA:Hiswana Menduga Masih Banyak ASN Cianjur Gunakan Elpiji 3 Kilogram
BACA JUGA:Perumdam Tirta Mukti Kabupaten Cianjur Perbaiki Pipa Bocor di Empat Titik
“Dugaan sementara kemungkinan besar ada pipa PDAM yang bocor atau aliran air di bawah aspal. Tadi airnya sempat keruh, sekarang sudah bening dan kami alihkan ke selokan supaya tidak keluar ke jalan,” katanya, Selasa 13 Januari 2026.
Menurut Ali, pihak kecamatan juga tengah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut. Ia tidak menutup kemungkinan adanya gerusan tanah di bawah jalan yang berpotensi membentuk rongga dan memicu amblasnya badan jalan.
“Kalau melihat kondisi, memang ada aliran drainase, tapi posisinya lebih rendah dan tidak mungkin di atas jalan. Jadi dugaan kuat tetap mengarah ke pipa saluran air,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur. Sementara itu, pemerintah desa setempat juga sudah berkoordinasi dengan pihak PDAM, dan aliran air untuk sementara telah ditutup.
BACA JUGA:Belum Temukan Kasus Superflu, Dinkes Cianjur Tetap Waspada
BACA JUGA:Pedagang Kopi Keliling Nekat Berjualan di Zona Merah Sesar Cugenang
“Kondisi tanah terlihat agak melengkung ke bawah. Kami khawatir di bawahnya ada lapisan tanah yang tergerus air. Kami mengimbau pihak terkait segera turun tangan untuk melakukan pengecekan dan penanganan agar tidak menimbulkan kejadian yang tidak di inginkan,” tukasnya.(Cr2)
Sumber:
