BGN Wilayah Cianjur Tunggu Hasil Laboratorium Soal Penyebab Keracunan Diduga Akibat MBG
Situasi penanganan korban dugaan keracunan MBG di Puskesmas Cijagang, Selasa 27 Januari 2026.(Dok.Camat Cikalongkulon)--
CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Kabupaten Cianjur masih menelusuri penyebab kasus keracunan massal yang diduga dari menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di tiga kecamatan.
Sejumlah sampel makanan dan muntahan korban keracunan telah diambil pihak terkait dan dikirim ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan.
“Sehingga untuk sementara kami belum bisa memastikan penyebabnya, karena hasil pemeriksaan sampel makanan dan muntahan masih menunggu dari laboratorium,” ujar Koordinator Wilayah BGN Cianjur, Sirojudin saat dihubungi Rabu 28 Januari 2026.
Dia mengatakan, penanganan di lapangan tetap mengacu pada prosedur yang berlaku. Jika terjadi dugaan keracunan, dapur MBG akan ditutup sementara hingga hasil pemeriksaan keluar.
BACA JUGA:Puluhan Siswa SD di Kadupandak Cianjur Diduga Keracunan Usai Santap MBG
BACA JUGA:Belasan Murid SD di Kadupandak Cianjur Diduga Alami Gejala Keracunan
“Sesuai prosedur, apabila terjadi dugaan keracunan, dapur harus ditutup sementara. Nanti akan diterbitkan surat resmi dari pengawas,” kata Sirojudin.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, berdasarkan laporan dari kepala dapur dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga saat ini dari tiga kecamatan tercatat korban mencapai 200 orang lebih.
“Namun hingga kini, dari jumlah tersebut sebagian banyak telah dinyatakan sembuh, namun empat lainya masih menjalani perawatan di puskesmas juga rumah sakit,” katanya.
Dia mengatakan, pihaknya akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan seluruh SPPG terkait, termasuk di wilayah Kadupandak, Sukanagara, dan Cikalongkulon.
BACA JUGA:Kasus Dugaan Keracunan MBG Terulang Kembali di Cianjur, 16 Siswa Jadi Korban
BACA JUGA:30 Siswa dan Satu Guru SDN Taruna Bakti Diduga Keracunan Usai Menyantap Menu MBG
“Kami akan melakukan evaluasi secara keseluruhan. Tujuannya agar kejadian seperti ini tidak terulang. Namun jika sudah terjadi, ada penanganan khusus, salah satunya penutupan sementara dapur,” katanya.(Cr2)
Sumber:
