BNNK Sebut Cianjur Selatan Jadi Jalur Gelap Narkoba Internasional

BNNK Sebut Cianjur Selatan Jadi Jalur Gelap Narkoba Internasional

Kepala BNNK Cianjur, M. Affan Eko. (Foto: CIANJUR EKSPRES/Fauzi Noviandi)--

CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNN) Cianjur sebut wilayah Cianjur selatan menjadi wilayah penyelundupan narkoba jaringan internasional.

Kepala BNNK Cianjur, M. Affan Eko mengatakan, pihaknya sejauh ini telah melakukan pemetaan bersama beberapa pihak terkait, soal wilayah rawan penyalaahgunaan dan peredaran gelaran narkoba.

"Wilayah Cianjur utara masuk dalam zona peredaran narkoba berbagai jenis, sebab wilayah tersebut merupakan jalur atau perbatasan dengan daerah lainnya," katanya, Kamis 29 Januari 2026.

Selain Cianjur utara, lanjut dia, wilayah Cianjur selatan juga menjadi kawasan zona merah peredaran dan penyelundupan narkoba jaringan internasional.

BACA JUGA:BNNK Cianjur Rehabilitasi 55 Pencandu Narkoba Selama 2025

BACA JUGA:BNNK Cianjur Catat Capaian Strategis P4GN Selama 2025

"Hasil rapat bersama dengan jajaran BNN RI dan pihak terkait, jadi para pelaku penyelundupan narkoba sering menggunakan jalur laut secara ilegal, lalu memasuki wilayah selatan, seperti Cianjur dan Sukabumi, dan beberapa wilayah lainya," jelas Affan.

Affan mengatakan, penyelundupan narkoba jaringan internasional tersebut cukup sulit untuk diungkap, karena para pelaku sering menggunakan jalur tikus atau jalur ilegal.

"Selain itu, kita juga keterbatasan dengan jumlah anggota kita. Tetapi hal tersebut bukan menjadi sebuah alasan, kita terus bekerja sama dengan Kepolisian, TNI AL dan Badan Keamanan Laut (Bakamla)," katanya.

Affan berharap dalam pengawasan dengan peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Cianjur, perlu adanya keterlibatan atau peran aktif dari masyarakat sekitar.

BACA JUGA:Lapas-BNNK Cianjur Teken Kerjasama Rehabilitasi Warga Binaan

BACA JUGA:Pegawai Bapenda Cianjur Jalani Tes Urine, Pastikan Bebas Narkoba

"Kita juga telah mengembangkan program penguatan kawasan wilayah rawan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba melalui pemberdayaan kelembagaan ekonomi masyarakat serta pelatihan vokasional, antara lain pelatihan Barista Kopi di Kecamatan Cipanas," katanya.

Dia menambahkaan, program keterlibatan masyarakat tersebut merupakan kunci dalam mewujudkan Indonesia yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing dalam menghadapi ancaman narkoba.

Sumber: