Banner Disway Award 2025

Mendikdasmen: Program Makan Bergizi Gratis Tidak Mengurangi Anggaran Pendidikan

Mendikdasmen: Program Makan Bergizi Gratis Tidak Mengurangi Anggaran Pendidikan

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti.(kemendikdasmen.go.id)--

CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak mengurangi anggaran pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). 

Ia memastikan seluruh program strategis pendidikan tetap berjalan dan bahkan terus diperluas.

Penegasan tersebut disampaikan Mendikdasmen dalam Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Program MBG di Provinsi Jawa Timur yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan dan dihadiri oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin; Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya; Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hidayana; Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa; serta kepala daerah di provinsi Jawa Timur.

BACA JUGA:Perumdam Tirta Mukti Cianjur Perbaiki Pipa Bocor Demi Pelayanan Optimal

BACA JUGA:DPR RI Apresiasi Kemendikdasmen Atas Upaya Langkah Cepat Tangani Bencana di Sumatra

BACA JUGA:Wamendagri Bima Arya Tekan Pentingnya Tata Kelola MBG yang Terukur, Terkoordinasi, dan Terintegrasi

“Kalau ada anggapan bahwa MBG mengurangi anggaran pendidikan, kami sampaikan dengan tegas bahwa itu tidak benar. Program Presiden terkait pendidikan tetap terlaksana dengan sebaik-baiknya,” ujar Mendikdasmen pada Kamis 19 Februari 2026. 

Mendikdasmen menjelaskan bahwa pada tahun 2025, pemerintah mengalokasikan anggaran revitalisasi satuan pendidikan sebesar Rp16,9 triliun untuk merevitalisasi 16.167 satuan pendidikan di seluruh Indonesia, dengan tingkat realisasi pembangunan yang telah mencapai 93 persen. 

“Tahun 2025 realisasi program revitalisasi sekolah mencapai 93 persen. Ini bukti bahwa komitmen negara terhadap perbaikan infrastruktur pendidikan tetap kuat,” tegas Mendikdasmen.

Lebih lanjut, Mendikdasmen menyebutkan bahwa program revitalisasi satuan pendidikan akan terus dilaksanakan dan diperluas pada tahun 2026. Anggaran revitalisasi yang sudah tercantum dalam APBN sebesar lebih dari Rp14 triliun dan akan dialokasikan bagi 11.474 satuan pendidikan. 

Ia menambahkan, Presiden Prabowo Subianto juga berencana memberikan tambahan anggaran revitalisasi bagi 60 ribu satuan pendidikan. 

“Sehingga total kalau sudah masuk ke dalam APBN, kami usulkan tahun ini kita akan ada revitalisasi untuk 71 ribu sekian satuan pendidikan,” ujarnya.

Selain revitalisasi, Mendikdasmen menegaskan bahwa anggaran pendidikan juga dialokasikan secara konsisten untuk program strategis lainnya. 

“Program Digitalisasi Pembelajaran tetap berjalan, bantuan pendidikan bagi peserta didik tidak dikurangi, dan pelatihan guru terus kami tingkatkan. Semua ini berjalan beriringan,” tuturnya.

Sumber: