AMAR Gelar Diskusi Publik: Soroti Kemiskinan di Kabupaten Cianjur
Aliansi Mahasiswa dan Rakyat (AMAR) menggelar kegiatan berbagi, berbuka bersama, dan diskusi publik bertajuk mengubah Nasib Rakyat Menjerit, Ekonomi Sulit, Pengangguran Melejit – Refleksi Kondisi Sosial Ekonomi di Kabupaten Cianjur. (Foto: CIANJUR EKSPRES--
CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Aliansi Mahasiswa dan Rakyat (AMAR) menggelar kegiatan berbagi, berbuka bersama, dan diskusi publik bertajuk mengubah Nasib Rakyat Menjerit, Ekonomi Sulit, Pengangguran Melejit-Refleksi Kondisi Sosial Ekonomi di Kabupaten Cianjur.
Kegiatan ini menjadi ruang dialog antara mahasiswa, pemuda, pemerintah, serta berbagai elemen masyarakat untuk membahas persoalan sosial ekonomi yang tengah dihadapi masyarakat Cianjur.
Acara yang dihadiri oleh berbagai organisasi kepemudaan, aktivis, serta perwakilan pemerintah daerah ini diawali dengan kegiatan berbagi kepada masyarakat, dilanjutkan dengan diskusi publik, dan ditutup dengan buka puasa bersama sebagai simbol kebersamaan dan kepedulian sosial.
Dalam diskusi tersebut, persoalan kemiskinan di Kabupaten Cianjur menjadi sorotan. Para peserta menilai bahwa persoalan kemiskinan yang terjadi tidak hanya bersifat individu, melainkan berkaitan dengan kondisi struktural yang dipengaruhi oleh kebijakan, sistem ekonomi, serta ketimpangan akses terhadap sumber daya.
BACA JUGA:AMAR Pertanyakan Keberpihakan Pemkab Cianjur Terhadap Pesantren dan Guru Ngaji
BACA JUGA:AMAR Cianjur Sebut Penyaluran DTH Kurang Tepat Sasaran
Sekretaris Bapperida Lena dalam pemaparannya menyampaikan bahwa selama bertahun-tahun Kabupaten Cianjur masih menghadapi persoalan kemiskinan yang belum terselesaikan secara mendasar.
"Kondisi ini menunjukkan bahwa penanganan kemiskinan memerlukan pendekatan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan," katanya, Kamis 12 Maret 2026.
Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Cianjur, Hendi Mulyana menyoroti persoalan terbatasnya lapangan pekerjaan yang layak bagi masyarakat, rendahnya upah di sektor informal, serta masih lemahnya perlindungan sosial bagi kelompok rentan.
Ia menjelaskan bahwa di banyak wilayah pedesaan di Cianjur, masyarakat masih menggantungkan hidup pada sektor informal seperti petani kecil, buruh harian, dan pedagang kecil dengan pendapatan yang tidak menentu.
BACA JUGA:Pemkab Harus Kembalikan Uang ke Negara, AMAR Pertanyakan Fungsi DPRD Cianjur
BACA JUGA:AMAR Desak Pemkab Cianjur Percepat Penanganan Korban Pergeseran Tanah di Cisel
"Ketika terjadi krisis ekonomi, bencana, atau kenaikan harga kebutuhan pokok, kelompok masyarakat tersebut menjadi pihak yang paling terdampak," katanya.
Ketua Pelaksana kegiatan, Khoerul Vikri, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga upaya membangun kesadaran bersama untuk mendorong perubahan.
Sumber: