JAKARTA,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Ekonom Bright Institute Awalil Rizky berpendapat program makan bergizi gratis (MBG) yang bakal digarap oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memiliki potensi ekonomi yang besar.
“Program ini sebenarnya bisa menjadi sangat bagus kalau benar-benar direncanakan dengan baik, diujicobakan dengan baik,” kata Awalil dalam webinar di Jakarta, Selasa 29 Oktober 2024. Menurut dia, program MBG akan memengaruhi perputaran uang secara nasional. Jika anggaran Rp71 triliun dari program ini mampu memicu perputaran uang yang panjang, maka bisa berkontribusi nyata pada pertumbuhan. Misalnya, jika uang tersebut digunakan untuk membeli bahan-bahan lokal, seperti beras dan susu, dari wilayah setempat, maka dampaknya akan lebih terasa. BACA JUGA:Rupiah Tergelincir Seiring dengan Menurunnya Ekspektasi Pemotongan FFR BACA JUGA:Wamentan Minta Badan Gizi tak Memaksakan Susu dalam Menu Makan Gratis Untuk itu, ia mengimbau agar Prabowo tidak mengimpor bahan-bahan baku untuk program MBG. Jika bahan baku diimpor, kontribusi terhadap pertumbuhan akan berkurang. Pernyataan itu sejalan dengan Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana. Dadan menyebut anggaran MBG akan digunakan untuk membeli bahan baku menu makanan dari produk pertanian, yang berarti memicu peredaran uang dalam jumlah besar di masyarakat. Sementara itu, berbagai kementerian terkait menyatakan siap mendukung program MBG. Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan program khusus untuk mendukung keberhasilan MBG, yaitu melalui program pekarangan pangan bergizi serta program peningkatan produksi susu dan daging. BACA JUGA:3 Keuntungan Buka Tabungan BRI Simpedes Usaha Buat Para Pengusaha Mikro BACA JUGA:Diberdayakan BRI, Bisnis Klaster Petani Salak Ini Melejit! Mentan menjelaskan bahwa makan bergizi gratis dapat disokong mulai dari tingkat rumah tangga melalui program pekarangan pangan bergizi. Artinya, setiap rumah dapat menyuplai kebutuhan gizi, seperti karbohidrat, protein, vitamin, dan lainnya dari tanaman yang dibudidayakan sendiri. Sedangkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan menjaga mutu ikan-ikan untuk program MBG.Ekonom: Makan Bergizi Gratis Punya Potensi Ekonomi yang Besar
Rabu 30-10-2024,09:00 WIB
Editor : Dede Sandi Mulyadi
Kategori :
Terkait
Jumat 10-07-2026,11:30 WIB
Menkeu Dorong Penguatan Ekosistem Industri Halal dan Kerja Sama Ekonomi Syariah
Kamis 09-07-2026,20:00 WIB
Angka Perceraian di Cianjur Melonjak, Ketua MUI: Terima Apa Yang Allah Berikan
Rabu 08-07-2026,20:30 WIB
Puan Dorong Kemitraan Indonesia-India Beri Manfaat Nyata bagi Kesejahteraan Rakyat
Rabu 08-07-2026,14:30 WIB
Wamenkop Sebut Kopdes Merah Putih Jadi Pilar Ekosistem Desa Berkeadilan
Rabu 08-07-2026,12:00 WIB
Menkeu: Kinerja APBN Semester I 2026 Tetap Sehat
Terpopuler
Jumat 10-07-2026,18:00 WIB
Bupati Cianjur Minta Dana Desa Dikelola Transparan dan Akuntabel
Jumat 10-07-2026,10:29 WIB
Wakili Prabowo, Menkomdigi Dorong Tata Kelola AI Ramah Anak di Forum PBB
Jumat 10-07-2026,15:00 WIB
TKA 2026 Dibuka 27 Juli, Kemendikdasmen Majukan Jadwal Pendaftaran
Jumat 10-07-2026,13:00 WIB
Menkes Ajak Gen Z Biasakan Konsumsi Pangan Lokal Lewat "Makan Dengan Makna”
Jumat 10-07-2026,11:00 WIB
Kadisdik Jabar: Kolaborasi Sekolah dan Klub Jadi Kunci Pengembangan Talenta Siswa
Terkini
Jumat 10-07-2026,18:30 WIB
MUI Cianjur Dukung Langkah Pemerintah Perkuat Regulasi LGBTQ
Jumat 10-07-2026,18:00 WIB
Bupati Cianjur Minta Dana Desa Dikelola Transparan dan Akuntabel
Jumat 10-07-2026,16:00 WIB
Vaksin Dengue mRNA Pertama di Dunia Dikembangkan Indonesia-Tiongkok
Jumat 10-07-2026,15:00 WIB
Kejari Kedepankan Pencegahan Cianjur Penyimpangan Dana Desa Lewat Program Jaga Desa
Jumat 10-07-2026,15:00 WIB