JAKARTA,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan bahwa bantuan alat mesin pertanian (alsintan) diberikan gratis tanpa pungutan biaya, dan masyarakat diminta segera melaporkan jika menemukan pungutan liar terkait bantuan tersebut.
"Kementan menegaskan, segala bentuk bantuan alsintan yang diberikan kepada kelompok penerima bantuan merupakan gratis tanpa ada pungutan biaya apapun dan tidak untuk diperjualbelikan," kata Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Andi Nur Alam Syah dalam keterangan di Jakarta, Kamis 7 November 2024. Dia menyampaikan bahwa bantuan tersebut diberikan kepada masyarakat petani (Poktan/Gapoktan/UPJA) dan Brigade dinas lingkup pertanian provinsi/kabupaten/kota. Kementan turut menanggapi pemberitaan sejumlah petani penerima bantuan alsintan di Desa Timurung, Kecamatan Ajangale, Kabupaten Bone, yang mengaku dimintai Rp3 juta agar bisa mendapatkan hand traktor dari Kementerian Pertanian. BACA JUGA:Wakil Rektor IPB Sebut Jumlah Pengusaha Pertanian di Indonesia Masih Sedikit BACA JUGA:Agen BRILink Permudah Transaksi Keuangan di Kabupaten Empat Lawang, Menjangkau Hingga Pelosok Desa Andi menegaskan, Kementan tidak bertanggung jawab atas konsekuensi hukum yang diakibatkan apabila ada pihak/oknum melakukan pungutan dan memperjualbelikan bantuan alsintan tersebut. "Bila ada biaya tebus atau semacamnya, itu adalah perbuatan oknum. Petani apabila mempunyai informasi adanya pungutan liar (pungli) terkait alsintan, diharapkan melaporkan ke pihak yang berwenang," kata Andi. Andi menjelaskan, semua sumber pembiayaan alsintan sudah diatur dalam Pedoman Umum Bantuan alsintan sejak 2015. Sumber pembiayaan untuk penyediaan dan penyaluran alsintan bersumber dari DIPA Satuan Kerja Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian pada belanja barang (belanja peralatan dan mesin) untuk diserahkan kepada pemerintah desa dan petani. BACA JUGA:BRI dan HIPMI Jalin Sinergi Strategis untuk Dorong Pengusaha Muda Naik Kelas BACA JUGA:Gerak Cepat BRI Peduli Bantu Korban Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Laki Laki "Jadi tidak ada biaya yang dibebankan ke petani selain bahan bakar dan perawatan mesin saja," ujar Andi. Diterangkannya, pendistribusian bantuan alsintan APBN Pusat dilaksanakan oleh penyedia alsintan sampai titik bagi dinas lingkup pertanian provinsi/kabupaten/kota (sesuai kontrak). Sedangkan pengambilan bantuan alsintan dari dari dinas lingkup pertanian provinsi/kabupaten/kota sampai kepada penerima bantuan menjadi tanggung jawab pihak penerima bantuan. "Bantuan alsintan APBN Tahun Anggaran 2024 yang telah tiba di titik bagi Dinas lingkup Pertanian agar segera disalurkan kepada penerima bantuan sesuai SK Penetapan PPK," kata Andi. BACA JUGA:Pj Gubernur Jabar: Belum Ada Detail Rencana Pembangunan Pabrik Apple BACA JUGA:Wamendag: Perundingan ICA CEPA Diharapkan Hasilkan Kesepakatan Untuk mendorong optimalisasi pemanfaatan bantuan alsintan dan mencegah terjadinya penyimpangan bantuan alsintan di lapangan, dinas lingkup pertanian provinsi/kabupaten/kota dimohon bantuan dan kerjasamanya agar dapat meningkatkan kegiatan pembinaan, pengawasan alsintan dan pemanfaatannya di wilayah kerjanya. "Alsintan ini agar dimanfaatkan sebaik baiknya untuk mendukung Swasembada Pangan, sesuai cita-cita kita bersama. Dengan pertanian modern maka upaya peningkatan produksi dapat terwujud," ujarnya. Dalam rangka optimalisasi pamanfaatan bantuan alsintan APBN, lanjutnya, maka bantuan alsintan yang tidak dimanfaatkan secara optimal oleh penerima bantuan (mangkrak) agar dilakukan relokasi kepada kelompok lainnya yang lebih membutuhkan. “Syaratnya bersedia dan sanggup memanfaatkan bantuan alsintan sesuai peruntukannya dalam rangka mendukung pembangunan pertanian, dan Dinas lingkup Pertanian Provinsi/Kabupaten/Kota wajib menyampaikan laporan pemanfaatan bantuan alsintan secara berjenjang kepada kami," kata Andi. BACA JUGA:Menteri UMKM: Penghapusan Utang Hanya Bagi UMKM Yang Tak Mampu Bayar BACA JUGA:CIPS Ungkap Kendala yang Dihadapi UMKM Digital Naik Kelas Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menuturkan, digelontorkannya bantuan alsintan ini untuk mengubah wajah pertanian. Jika selama ini bertani identik dengan sesuatu yang kotor, maka ke depan tidak lagi. Dengan alsintan, petani bisa langsung mengolah lahan secara modern. “Kita berikan peralatan modern, tidak tradisional seperti cangkul, sabit atau semacamnya. Semuanya Gratis,” ujar Mentan.Kementan: Bantuan Alsintan Gratis, Bila Ada Pungli Segera Laporkan
Kamis 07-11-2024,16:30 WIB
Editor : Dede Sandi Mulyadi
Kategori :
Terkait
Minggu 19-04-2026,11:53 WIB
Dilantik, Tani Merdeka Cianjur Harus Memiliki Empat Kompetensi
Selasa 14-04-2026,20:24 WIB
Bulog Cianjur Serap 38 Ribu Ton Gabah Selama Periode Januari - April 2026
Selasa 10-03-2026,15:57 WIB
Serap Aspirasi Petani dan Penyuluh, Endang S Thohari Gelar Reses di BPP Cianjur
Minggu 08-02-2026,21:00 WIB
Bulog Subdivre Cianjur Targetkan Penyerapan 33.700 Ton Gabah di 2026
Selasa 03-02-2026,17:30 WIB
Hadapi Cuaca Ekstrem, Dinas TPHPKP Cianjur Siapkan Antisipasi Gagal Panen
Terpopuler
Senin 20-04-2026,15:37 WIB
Milad PKS ke-24, Fraksi PKS Cianjur Terus Perkuat Peran Anggota Legislatif sebagai Penyambung Lidah Rakyat
Senin 20-04-2026,19:24 WIB
Jalan Pasir Kampung - Gunung Putri Rusak Parah, Kades Sukatani Minta Segera Ditangani
Senin 20-04-2026,20:30 WIB
Pasca Gogosan Tanah, Jalur KA Cibeber - Lampegan Kembali Normal
Senin 20-04-2026,20:00 WIB
Komisi IV DPRD Cianjur Soroti Kasus Perundungan Pelajar yang Viral
Senin 20-04-2026,21:00 WIB
Polres Cianjur Amankan 648,75 Gram Sabu Siap Edar, Satu Pelaku Ditangkap
Terkini
Senin 20-04-2026,21:30 WIB
DPKHP Cianjur Buka Layanan Kesehatan Hewan Gratis
Senin 20-04-2026,21:00 WIB
Polres Cianjur Amankan 648,75 Gram Sabu Siap Edar, Satu Pelaku Ditangkap
Senin 20-04-2026,20:30 WIB
Pasca Gogosan Tanah, Jalur KA Cibeber - Lampegan Kembali Normal
Senin 20-04-2026,20:00 WIB
Komisi IV DPRD Cianjur Soroti Kasus Perundungan Pelajar yang Viral
Senin 20-04-2026,19:24 WIB