JAKARTA,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Direktur Kebijakan Publik Center of Economics and Law Studies (Celios) Media Wahyudi Askar meminta Pemerintah untuk membandingkan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) dengan negara-negara anggota ASEAN, alih-alih dengan negara seperti Kanada, China, dan Brasil.
Menurutnya, negara-negara dengan tarif PPN yang lebih tinggi dari Indonesia memiliki pendapatan per kapita yang tinggi dan ekonomi yang stabil, sehingga daya beli masyarakat memungkinkan pemerintah setempat untuk menerapkan tarif pajak konsumsi yang lebih besar. “Stabilitas ekonomi di negara ini kuat, ditandai dengan inflasi rendah dan konsumsi domestik yang kuat membuat penerapan PPN tinggi lebih efektif dan tidak terlalu membebani masyarakat atau menekan pertumbuhan ekonomi,” ujar Media, dikutip di Jakarta, Rabu 18 Desember 2024. Sementara di Indonesia, dia menilai, ekonomi masyarakat saat ini sedang dalam kondisi terpukul. Maka, membandingkan PPN Indonesia dengan negara-negara tersebut dinilai kurang tepat. BACA JUGA:PLN: Pelanggan tak Perlu Lakukan Apa Pun untuk Dapat Diskon 50 Persen BACA JUGA:Tiga Trend Teknologi dan Bisnis Sepajang 2024 Menurut Riset Ipsos “Kalau mau adil, Pemerintah harusnya membandingkan dengan negara anggota ASEAN lainnya, dan Indonesia adalah yang tertinggi tarif PPN-nya,” ujar dia. Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) RI Sri Mulyani Indrawati menilai bahwa tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Indonesia yang saat ini sebesar 11 persen masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan negara-negara lain, baik di kawasan regional maupun anggota G20. Hal tersebut disampaikan setelah Pemerintah resmi mengumumkan kenaikan tarif PPN dari 11 persen menjadi 12 persen yang mulai berlaku pada 1 Januari 2025 mendatang. Sebagai contoh, Brasil menetapkan tarif PPN sebesar 17 persen dengan tax ratio mencapai 24,67 persen. Afrika Selatan memberlakukan tarif PPN sebesar 15 persen dengan tax ratio 21,4 persen, sementara India memiliki tarif PPN 18 persen dengan tax ratio 17,3 persen. BACA JUGA:Sri Mulyani: Tarif PPN RI Relatif Rendah Dibandingkan Negara Lain BACA JUGA:Menperin: 3 Perusahaan Mobil Berkomitmen Bangun Pabrik di Indonesia Meskipun demikian, tarif PPN Indonesia masih relatif lebih tinggi dibandingkan negara-negara di kawasan ASEAN. Malaysia tercatat memiliki tarif PPN 10 persen, sementara Vietnam yang sebelumnya menerapkan PPN 10 persen telah memperpanjang insentif PPN menjadi 8 persen. Kemudian Singapura menetapkan tarif PPN 9 persen, dan Thailand 7 persen. Namun, Sri Mulyani menekankan bahwa kenaikan tarif PPN ini dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi.Ekonom Minta Pemerintah Bandingkan Tarif PPN dengan Anggota ASEAN
Rabu 18-12-2024,15:15 WIB
Editor : Dede Sandi Mulyadi
Tags : #tarif ppn
#tarif pajak
#sri mulyani indrawati
#ppn
#pajak
#kenaikan tarif
#indonesia
#ekonomi
#asean
Kategori :
Terkait
Rabu 04-02-2026,19:30 WIB
PMI Asal Cianjur Sakit, Keluarga Minta KDM Bantu Pulang
Rabu 04-02-2026,11:00 WIB
Indonesia Tegaskan Strategi Mengubah Volatilitas Global Menjadi Momentum Pertumbuhan Inklusif
Senin 02-02-2026,06:30 WIB
Mendikdasmen Abdul Mu'ti Ungkap Lima Faktor Penyebab Angka ATS Masih Tinggi di Indonesia
Minggu 01-02-2026,08:15 WIB
Perkuat Posisi Negara Pantai, Indonesia Gagas Deklarasi Bersama di Forum CSA
Sabtu 22-11-2025,12:30 WIB
Indosat Ooredoo Hutchison Rayakan Perjalanan ke-58 Tahun, Perkuat Komitmen Hadirkan AI Lebih Inklusif
Terpopuler
Minggu 22-02-2026,19:00 WIB
Alasan Anggaran, Pemkab Cianjur Pastikan Tak Ada Mudik Gratis Lebaran 2026
Minggu 22-02-2026,10:17 WIB
Menteri Kehutanan: Perhutanan Sosial Jadi Pengungkit Kesejahteraan dan Pelestarian Hutan
Minggu 22-02-2026,10:19 WIB
Menaker Imbau Mitra Pemagangan Fasilitasi Uji Kompetensi Peserta Maganghub
Minggu 22-02-2026,11:30 WIB
Perpanjangan Kontrak Migas dan Tambang, Kepemilikan dan Penerimaan Negara Diproyeksikan Meningkat
Minggu 22-02-2026,15:23 WIB
Pemerintah Pastikan Perjanjian RI–AS Tetap Berproses Pascaputusan Supreme Court AS
Terkini
Minggu 22-02-2026,19:30 WIB
Polres Cianjur Bakal Tes Urin Seluruh Personel
Minggu 22-02-2026,19:00 WIB
Alasan Anggaran, Pemkab Cianjur Pastikan Tak Ada Mudik Gratis Lebaran 2026
Minggu 22-02-2026,18:30 WIB
Polisi Amankan Terduga Pelaku Tawuran di Haurwangi Cianjur, Sejumlah Pelaku Kabur
Minggu 22-02-2026,17:38 WIB
Disdikpora Cianjur Perkuat Kegiatan Keagamaan Selama Ramadan
Minggu 22-02-2026,16:30 WIB