CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Mengantisipasi maraknya aksi perang sarung yang kerap muncul setiap bulan suci Ramadan. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora)Kabupaten Cianjur meminta seluruh SD dan SMP meningkatkan pengawasan terhadap peserta didik, baik di lingkungan sekolah maupun di luar jam belajar.
Kepala Disdikpora Cianjur, Ruhli Solehudin, mengatakan, imbauan tersebut telah disampaikan sejak pekan pertama Ramadan, termasuk menjelang libur cuti bersama. Sekolah diminta aktif mengarahkan siswa agar mengisi waktu dengan kegiatan yang lebih bermanfaat dan bernilai ibadah.
Menurutnya, aktivitas seperti pengajian di masjid atau lingkungan tempat tinggal perlu didorong agar anak-anak tidak terlibat dalam kegiatan yang berpotensi merugikan diri sendiri maupun orang lain.
“Kami sudah meminta satuan pendidikan mengingatkan siswa agar memanfaatkan Ramadan untuk kegiatan positif. Peran orang tua juga sangat penting untuk mengawasi anak selama menjalankan ibadah puasa,” ujarnya kepada wartawan, Senin 23 Februari 2026.
BACA JUGA:Sopir Angkot Bubarkan Perang Sarung di Pacet Cianjur
BACA JUGA:Antisipasi Perang Sarung, Polres Cianjur Siagakan Tim Patroli Selama Ramadan
Selain pengawasan dari sekolah, Disdikpora juga menekankan pentingnya kontrol dari keluarga, terutama pada malam hari. Siswa diimbau tidak berkegiatan di luar rumah tanpa pendampingan, apalagi hingga larut malam yang rawan memicu tindakan negatif seperti perang sarung maupun aksi tawuran terselubung.
Ruhli menyebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai unsur, mulai dari kepala sekolah hingga jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) di wilayah Kabupaten Cianjur untuk melakukan langkah antisipatif.
Apabila ditemukan siswa yang terindikasi terlibat perang sarung, Disdikpora akan berkoordinasi dengan aparat keamanan, baik di tingkat Polsek maupun Polres, guna penanganan lebih lanjut. Sanksi yang diberikan, lanjut dia, akan mengacu pada ketentuan yang berlaku dengan mengedepankan pembinaan.
Dia menambahkan, fenomena perang sarung hampir selalu terjadi setiap Ramadan dan kerap menimbulkan keresahan masyarakat. Karena itu, pencegahan sejak dini dinilai lebih efektif dibanding penindakan setelah kejadian.
BACA JUGA:Disdikpora Cianjur Tetapkan Jam Pelajaran Dikurangi Selama Ramadan
BACA JUGA:Marak Tawuran Pelajar, Disdikpora Tingkatkan Pengawasan di Cianjur Selatan
“Kami ingin mencegah agar tidak berkembang dan tidak sampai menimbulkan korban. Ini tanggung jawab bersama antara sekolah, orang tua, dan pemerintah,” kata Ruhli.