CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur sebut wilayah Cianjur bakal memasuki musim kemarau pada April 2026. Sedangkan puncaknya diperkirakan Agustus mendatang.
Sekertaris BPBD Kabupaten Cianjur Asep Sudrajat mengatakan, berdasarkan rilis dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagian wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau tahun 2026 lebih awal
"Dalam rilis yang kami terima musim kemarau pada April 2026, mencakup pesisir utara Jawa bagian barat, sebagian besar Jawa Tengah hingga Jawa Timur, NTB, NTT, serta sebagian kecil Kalimantan dan Sulawesi," katanya, Minggu 16 Maret 2026.
Sedangkan wilayah yang diprediksi mengalami awal kemarau lebih maju meliputi sebagian besar Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan dan timur, sebagian besar Sulawesi, Maluku.
"Puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi terjadi pada bulan Agustus. Sedangkan wilayah lainya sekitar Juli dan September," katanya.
Dia mengatakan, adanya informasi dari BMKG tersebut BPBD Kabupaten Cianjur akan segera melalukan pemetaaan dan penanganan dampak dari musim kemarau.
"Setiap musim kemarau sejumlah wilayah di Kabupaten Cianjur sering terdampak kekeringan, hingga warga kesulitan mendapatkan air bersih," katanya.
Asep mengatakan, berdasarkan data tahun sebelumnya wilayah yang kerap terdampak kemarau yaitu Kecamatan Mande, Sukaluyu, Ciranjang, Sindangbarang, Cidaun, dan Agrabinta serta Cibinong," katenya.
Dia menambahkan, hingga saat ini status siaga bencana hidrometeorologi masih diberlakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur hingga Kamis 30 April 2026.(Cr2)