CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cianjur mencatat realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata semester I 2026 telah mencapai Rp863.140.000. Capaian tersebut diperkirakan telah mencapai lebih dari 50 persen dari target perubahan APBD tahun 2026 sebesar Rp1,4 miliar.
Kepala Disbudpar Kabupaten Cianjur, Yudha Azwar, mengatakan, target PAD tahun ini mengalami penyesuaian karena pengelolaan kawasan wisata Cibodas baru efektif berjalan sejak Mei 2026.
“Realisasi PAD sektor pariwisata sampai saat ini mencapai Rp863.140.000. Memang belum mencapai target, tetapi target pada perubahan anggaran tahun ini sebesar Rp1,4 miliar. Mudah-mudahan bisa tercapai hingga akhir tahun,” ujarnya pada Rabu 5 Agustus 2026.
Menurutnya, objek wisata yang memberikan kontribusi PAD terbesar saat ini adalah kawasan wisata Cibodas.
BACA JUGA:Disbudpar Cianjur Sebut PAD Cibodas Naik Setelah Retribusi Diberlakukan
BACA JUGA:Realisasi PAD Bidpora Disdikpora Cianjur Baru 39 Persen, Kejar Target Rp167 Juta
“Kontributor PAD terbesar masih dari Cibodas. Tahun ini capaian dari Cibodas sudah sekitar Rp560 juta, padahal tahun lalu hanya sekitar Rp250 juta,” katanya.
Sementara itu, objek wisata dengan realisasi pendapatan paling rendah berasal dari retribusi sewa kios di kawasan Gunung Padang.
“Yang paling kecil itu retribusi sewa kios di Gunung Padang. Bahkan sampai saat ini belum ada realisasi karena lokasi kios berada cukup jauh dari kawasan utama wisata sehingga masih minim peminat,” ucap Yudha.
Dia menjelaskan, capaian PAD sektor pariwisata dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari daya tarik destinasi wisata, promosi, hingga minat kunjungan wisatawan.
BACA JUGA:Semester I 2026, Realisasi Investasi Cianjur Capai Rp1,33 Triliun
BACA JUGA:Realisasi PAD Bidpora Disdikpora Cianjur Baru 39 Persen, Kejar Target Rp167 Juta
“Yang paling utama tentu daya tarik destinasi wisatanya. Selain itu promosi dan minat wisatawan juga sangat berpengaruh terhadap jumlah kunjungan,” jelasnya.
Yudha optimistis realisasi PAD tahun ini akan melampaui capaian tahun sebelumnya yang hanya berada di kisaran Rp300 juta hingga Rp400 juta.
“Kalau dibandingkan tahun lalu saya yakin akan ada peningkatan. Apalagi kontribusi dari Cibodas tahun ini sudah jauh lebih besar,” katanya.