Tiga Kunci Ketahanan Keluarga Hadapi Berbagai Tantangan

Sabtu 17-10-2026,17:30 WIB
Editor : Dede Sandi Mulyadi

Menurutnya, penghulu dan Kantor Urusan Agama (KUA) juga berperan dalam mendukung ketahanan keluarga melalui edukasi dan pendampingan. Dengan pendekatan tersebut, persoalan keluarga diharapkan dapat dikenali sejak dini sehingga masyarakat memperoleh dukungan yang sesuai dengan kebutuhannya.

BACA JUGA:RSUD Sayang Cianjur Rutin Lakukan Penyuluhan ke Posyandu

BACA JUGA:Kemenag Siapkan Materi Edukasi Pencegahan Penyebaran LGBTQ

Salah satu peserta, Penghulu KUA Setiabudi, Muhammad Zidni Ilmi, menilai kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat pemahaman mengenai strategi membangun ketahanan keluarga. Ia juga melihat pentingnya membekali fasilitator dengan pendekatan yang sesuai agar materi bimbingan perkawinan dapat diterapkan dalam kehidupan rumah tangga.

“Melalui kegiatan ini, kami mendapatkan pengetahuan baru tentang pentingnya komunikasi, komitmen, dan kolaborasi dalam membangun ketahanan keluarga. Hal ini menjadi bekal bagi kami sebagai fasilitator untuk memberikan bimbingan yang lebih baik kepada masyarakat,” ujarnya.

Melalui kegiatan Advance Facilitator Bimbingan Perkawinan Isu Keluarga, Kemenag mendorong fasilitator bertukar pengalaman dan mengembangkan metode pembinaan yang lebih efektif. Penguatan kapasitas ini diharapkan meningkatkan kualitas bimbingan dan pendampingan, baik sebelum maupun setelah pernikahan.

Dengan komunikasi yang sehat, komitmen yang kuat, dan kolaborasi yang berkelanjutan, keluarga diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan serta mewujudkan kehidupan rumah tangga yang sakinah dan maslahah.(kemenag.go.id)

Kategori :