Menkop Ferry Sinergikan Program Baznas dan MES di Seluruh Jaringan SI

Menkop Ferry Sinergikan Program Baznas dan MES di Seluruh Jaringan SI

Menteri Koperasi (Menkop) sekaligus Presiden Lajnah Tanfidziyah Pimpinan Pusat Syarikat Islam (SI) Ferry Juliantono berkomitmen memperkuat sinergi luas antara SI dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).(Foto : Kemenk--

SURBAYA,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Menteri Koperasi (Menkop) sekaligus Presiden Lajnah Tanfidziyah Pimpinan Pusat Syarikat Islam (SI) Ferry Juliantono berkomitmen memperkuat sinergi luas antara SI dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), guna memperluas akses permodalan bagi pengusaha muslim. 

Program unggulan Baznas, termasuk pendirian Pusat Bimbingan Mualaf, akan diadopsi dan dilaksanakan oleh wilayah hingga cabang SI di seluruh Indonesia. 

“Demikian pula program MES akan menjadi bagian dari gerakan SI agar manfaatnya langsung dirasakan di akar rumput,” kata Ferry yang juga menjabat sebagai Ketua Harian MES ini saat menjadi narasumber dalam acara Dialog Kebangsaan di Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Selasa (20/10/2026). Turut hadir juga dalam kesempatan tersebut menjadi narasumber yaiyu Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli dan Ketua Baznas Sodik Mudjahid.

Ferry kembali menekankan, arah kebijakan menyasar lima pilar utama penguatan ekonomi umat. Yakni, Ekonomi Syariah, Koperasi, Zakat dan Wakaf, Ekologi dan Keberlanjutan, serta Kewirausahaan Umat. 

BACA JUGA:InaSkills 2026 Digelar 26-31 Oktober, Jaring Talenta Keterampilan Nasional

BACA JUGA:Kemenag Buka Pendaftaran PPG Daljab Guru Madrasah hingga 27 Oktober

Melalui MES, bersama-sama SI dan Baznas mendongkrak literasi keuangan syariah sebagaimana Indonesia termasuk negara berpenduduk muslim terbesar dunia.

“Ini harus diubah. Kekuasaan akses permodalan yang dimiliki pemerintah diminta tidak hanya berputar pada ratusan korporasi besar, tetapi dibuka secara luas bagi pengusaha-pengusaha baru dari akar rumput. MES berperan menjembatani potensi usaha di daerah dengan sumber pembiayaan tersebut,” tegasnya.

Ferry mengatakan, sebagai Organisasi Islam, SI akan memperhatikan pilar dalam dakwah ekonomi, bagaimana kita mengembangkan ekonomi tetapi tetap memperhatikan keberlanjutan dari lingkungan hidup dan ekologi.

“Sehingga mudah-mudahan melalui lima pilar tersebut, akan menjadikan dakwah ekonomi SI di tahun mendatang, Insya Allah bisa terimplementasikan secara lebih efektif,” harapnya.

BACA JUGA:Diskumdagin Cianjur Bidik UMKM Naik Kelas, Perizinan hingga Pemasaran Digital Digenjot

BACA JUGA:17.597 Penindakan hingga September, Imigrasi Perkuat Pengawasan Digital

Sementara itu, Menaker Yassierli mengajak SI mengambil peran utama sebagai penggerak ekonomi kerakyatan melalui pendekatan dakwah ekonomi berbasis teknologi tepat guna. 

“Langkah ini dinilai mampu menjawab tantangan lapangan kerja, produktivitas, dan kesejahteraan masyarakat sejalan dengan amanat konstitusi,” ujarnya.

Sumber: