Muhammadiyah Cianjur Launching Dapur MBG di Cipanas, Layani 3.111 Siswa
Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Cianjur, launching Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berdiri di Ponpes Islamic Centre Muhammadiyah (ICM) Cipanas, Senin 1 September 2025.(Istimewa) --
CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Cianjur, launching Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berdiri di Ponpes Islamic Centre Muhammadiyah (ICM) Cipanas, Senin 1 September 2025.
Launching ini merupakan upaya PDM Kabupaten Cianjur ambil bagian dalam menyukseskan program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto. Dapur MBG di Cipanas ini dinilai sangat mumpuni untuk melayani ribuan penerima manfaat.
“Dapurnya bersih. Saya sudah launching beberapa dapur sebelumnya, tidak sebaik ini. Tata kelolanya baik,” ucap penanggung jawab dapur MBG Muhammadiyah Jawa Barat, Acep Muharom dalam keterangan tertulisnya.
BACA JUGA:Forkopimcam Cipanas Gelar Apel Siaga Pengamanan Objek Vital
BACA JUGA:Sebanyak 17 Lampu Lalu Lintas Rusak Pasca Unjuk Rasa di Cianjur
BACA JUGA:Jalur Sepeda di Jalan Siliwangi Dijadikan Parkir Kendaraan, Dishub Cianjur: Itu Liar
Hadir dalam acara itu Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Cianjur KH Saiful Ulum dan jajaran, Kepala SPPG Yusuf, Sekretaris Camat Cipanas Wibowo, kepala sekolah penerima manfaat, dan pegawai MBG.
Acep mengatakan, SOP yang diterapkan oleh dapur MBG Muhammadiyah Cianjur cukup ketat. Seperti masuk dapur wajib pakai sendal dapur standar Badan Gizi Nasional (BGN), lalu memakai alat pelindung diri (APD) masker serta penutup mata, hingga soal SOP penyiapan makan.
“Sekarang ini mudah viral. Kacang itu ada ulatnya, kalau digoreng keluar ulatnya. Lalu makan bergizi itu kan porsinya kayak di rumah sakit, emang segitu. Kalau mau segunduk di warteg. Saya berharap tidak terjadi (masalah) seperti itu,” paparnya.
Bendahara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat itu memuji kesanggupan dapur MBG Muhammadiyah Cianjur yang debut perdana langsung memproduksi 3.111 porsi dengan target 3.640 porsi.
Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Cipanas Wibowo, mengingatkan proses penyiapan makanan mulai dari sortir, penanganan bahan baku, hingga masak dilakukan secara cermat. Termasuk stok makanan harus baru.
“Kita juga dorong kerja sama dengan koperasi lokal agar suplai bahan tetap segar,” jelasnya.
Wibowo juga mengingatkan agar dapur MBG Muhammadiyah bekerja sama dengan Puskesmas untuk mengantisipasi adanya kasus akibat masalah dalam makanan.
“Selama ini komunikasi dengan Puskesmas masih minim. Padahal ahli gizi dari Puskesmas bisa ikut mengawasi menu mingguan agar sesuai kebutuhan masyarakat. Ke depan, kita bentuk tim khusus bersama kecamatan, dinas kesehatan, dan pihak terkait untuk pengawasan berlapis,” katanya.
Sumber:
