BGN Ingatkan Dapur SPPG di Cianjur Penuhi Standar Keamanan dan Higiene
Tenaga Ahli Bidang Keuangan Badan Gizi Nasional (BGN), Kolonel (Purn) Kuswanto (tengah) saat meresmikan operasional Dapur SPPG BUMDes Samawa Mekarsari 002 di Kampung Sumursari, Desa Mekarsari, Kecamatan Cianjur, Senin 2 Februari 2026. (Foto: CIANJUR EKSPR--
CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan peringatan (warning) kepada seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memenuhi standar keamanan dan higiene. Bagi yang tidak memenuhi standar, sanksinya terancam ditutup.
"Kalau sudah diperingatkan tiga kali, apa boleh buat (ditutup,red). Hati-hati ke depan, dapur-dapur yang belum sesuai agar menjadi pemikiran, ikuti," tegas Tenaga Ahli Bidang Keuangan Badan Gizi Nasional (BGN), Kolonel (Purn) Kuswanto kepada Cianjur Ekspres usai meresmikan Dapur SPPG BUMDes Samawa Mekarsari 002 di Desa Mekarsari, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Senin 2 Februari 2026.
BGN tidak memungkiri jika dilapangan masih terdapat dapur MBG yang belum standar. Hal ini pun kata Kuswanto menjadi warning karena di tahun 2026 sudah mulai ketat.
"Sudah disampaikan kepada korwil (koordinator wilayah), korcam (koordinator kecamatan) untuk segera membenahi," katanya.
BACA JUGA:Pasca Keracunan Massal, Tiga Penyedia MBG di Cianjur Ditutup Sementara
BACA JUGA:BGN Wilayah Cianjur Tunggu Hasil Laboratorium Soal Penyebab Keracunan Diduga Akibat MBG
Dia pun mengingatkan agar seluruh dapur MBG untuk disiplin dalam menjalankan SOP. Terutama bagi asisten lapangan (aslap) harus bisa menyeleksi dan memeriksa bahan-bahan yang didatangkan, termasuk juga mengenai pola masak.
"Jangan sampai bahan-bahan kurang bagus, kemudian pola masak. Mekanisme masaknya harus jam berapa itu yang harus kita pahami bersama. Ke depan harapan kita bersama harus lebih baik," ucap Kuswanto.
Tak hanya itu, Kuswanto juga kembali mengingatkan dapur MBG untuk memperhatikan instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
"Terutama IPAL memang kita cerewet, jangan sampai keberadaan dapur itu bikin gak nyaman warga setempat, bau. Patuhilah, kita cerewet bukan untuk siapa-siapa, tapi untuk kebaikan ke depan. Program (MBG,red) ini kan jangka panjang," katanya.
BACA JUGA:Korban Keracunan Diduga Akibat MBG di Tiga Kecamatan di Cianjur 273 Orang
BACA JUGA:Komisi IV DPRD Cianjur Desak Satgas MBG Berfungsi Optimal
Lebih lanjut Kuswanto pun meminta Satuan Tugas (Satgas) MBG yang dibentuk oleh pemerintah daerah untuk terus berkordinasi dengan korcam dan korwil, dan melakukan survei ke lapangan secara rutin sebagai upaya pencegahan dini agar jangan sampai terjadi kejadian.
Sumber: program mbg
