Banner Disway Award 2025

Pemkab Cianjur Upayakan Pemulangan Warga di Timur Tengah Imbas Perang Israel-AS dan Iran

Pemkab Cianjur Upayakan Pemulangan Warga di Timur Tengah Imbas Perang Israel-AS dan Iran

Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian--

CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur bakal berusaha memulangkan warga Cianjur yang terjebak di beberapa negara di Timur Tengah yang terdampak konflik Israel dan Amerika Serikat dengan Iran.

Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian, mengatakan banyak warga Cianjur yang berada di Uni Emirat Arab dan negara lain di Timur Tengah, baik untuk sebatas berkunjung ke sana ataupun bekerja sebagai buruh migran di berbagai sektor.

Menurutnya, Pemkab Cianjur berupaya berkomunikasi dengan berbagai instansi agar WNI asal Cianjur yang berada di daerah konflik di Timur Tengah bisa dipulangkan.

"Tentu, kami sampai sekarang masih berkomunikasi dengan negara untuk perlindungan warga Cianjur di sana. Karena banyak warga kita, termasuk PMI yang sudah pulang, dengan adanya situasi konflik di sana," ujarnya, Senin 2 Maret 2026.

BACA JUGA:Pemkab Cianjur Jalin Koordinasi Pemulangan Warga Terdampak Perang

BACA JUGA:Pemkab Cianjur Perketat Pengawasan MBG Selama Ramadan

Bupati mengatakan, beberapa negara bahkan menghentikan sementara penerbangan antar negara.

"Di beberapa negara yang jadi sasaran peperangan terjadi di beberapa negara dan bandara pun di-stop operasinya. Sehingga warga kita susah pulang," katanya.

Dia menjelaskan, salah satu langkah yang dimungkinkan untuk dilakukan ialah mengevakuasi terlebih dulu warga Cianjur di negara terdampak konflik ke negara lain yang aman.

"Dan tentu kita terus berusaha bagaimana memulangkan mereka, entah nanti dialihkan ke negara yang lain yang masih ada penerbangannya ke Indonesia," kata Bupati.

BACA JUGA:Alasan Anggaran, Pemkab Cianjur Pastikan Tak Ada Mudik Gratis Lebaran 2026

BACA JUGA:Pemkab Cianjur Wajibkan Tempat Hiburan Malam Tutup Selama Ramadan

Dia menambahkan, sambil mencari solusi pemulangan, Pemkab juga akan mendata secara pasti jumlah warga Cianjur yang berada di negara konflik.

"Mau yang prosedural ataupun non-prosedural tetap warga kami. Tetap harus dibantu. Tapi baiknya ke depan tidak diulangi, tidak berangkat secara ilegal tapi melalui prosedur yang resmi," ungkapnya.

Sumber: