Banner Disway Award 2025

Fokus Program Cek Kesehatan Gratis Bergeser dari Deteksi ke Pengobatan Nyata

Fokus Program Cek Kesehatan Gratis Bergeser dari Deteksi ke Pengobatan Nyata

Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan, perubahan pendekatan ini menjadi pembeda utama CKG tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya.(kemkes.go.id)--

CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto menunjukkan dampak nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat. 

Setelah berjalan satu tahun, pemerintah menegaskan bahwa CKG kini tidak lagi sekadar mendeteksi penyakit, tetapi memastikan masyarakat langsung mendapatkan pengobatan.

Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan, perubahan pendekatan ini menjadi pembeda utama CKG tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya.

BACA JUGA:Wamendagri Minta Kepala Daerah Pimpin Langsung Percepatan Eliminasi TBC

BACA JUGA:Pemrov Jawa Barat akan Tanggung Iuran BPJS Kesehatan Segmen PBI yang Dicoret Kemensos

BACA JUGA:Produk Kerajinan Jabar Diserbu Pembeli di Inacraft 2026

“Yang paling penting sekarang, cek kesehatan gratis itu bukan hanya dicek, tapi juga diobati. Kalau tekanan darahnya normal tidak perlu diobati, tapi kalau tinggi harus diobati. Gula darah juga sama, kalau tinggi harus langsung diobati,” ujar Menkes saat meninjau pelaksanaan satu tahun CKG di RSUP dr. Kariadi, Semarang, Selasa 10 Februari 2026. 

Menkes menambahkan, penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes kerap dianggap sepele karena tidak langsung menimbulkan keluhan. Padahal, jika tidak ditangani sejak dini, dampaknya bisa fatal.

Selain fokus pada pengobatan, Menkes juga mendorong agar CKG dilakukan secara rutin minimal satu kali setiap tahun, terutama bagi masyarakat dengan faktor risiko penyakit kronis.

“Cek kesehatan gratis itu harus dilakukan setiap tahun sekali. Apalagi kalau sudah punya darah tinggi atau gula, itu wajib rutin,” kata Menkes.

Pelaksanaan CKG juga kini diperluas, tidak hanya di puskesmas, tetapi menjangkau sekolah, tempat kerja, hingga berbagai institusi lainnya. Di Kota Semarang, perluasan ini membuahkan hasil positif. RSUP dr. Kariadi bersama pemerintah daerah berhasil mencatatkan rekor MURI dengan melaksanakan CKG di 53 perusahaan dalam waktu kurang dari lima hari.

“Kalau karyawannya sehat, keuangannya juga sehat. Jangan tunggu sakit baru periksa,” ujar Menkes.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan capaian CKG terus meningkat. Hingga awal 2026, lebih dari 4,5 juta masyarakat telah mengikuti CKG, dengan fokus utama pada deteksi dan pengobatan hipertensi, diabetes, obesitas, serta masalah kesehatan gigi yang masih menjadi keluhan lintas usia.

“Tujuan akhirnya sederhana, jangan sampai masyarakat terlambat berobat. Jalur utama agar masyarakat sehat bukan hanya tahu, tapi benar-benar memastikan kita tidak sedang kurang sehat,” pungkas Menkes.

Sumber: kemkes.go.id