Menjelang Ramadan, Harga Sembako Merangkak Naik

Menjelang Ramadan, Harga Sembako Merangkak Naik

--

CIANJUR, CIANJUREKSPRES - Menjelang Ramadan, harga sejumlah kebutuhan pokok di pasaran mulai mengalami kenaikan. Bahkan keberadaan minyak goreng sempat mengalami kelangkaan.

Agus (38), pedagang sembako di Pasar Muka mengungkapkan, sudah hampir dua Minggu ini penjualan mengalami penurunan. "Biasanya dalam seminggu dapat menjual produk minyak sebanyak 25 kardus, namun kini pasokannya menurun,” kata dia kepada Cianjur Ekspres, Kamis (9/2).

BACA JUGA:Kinerja Diproyeksikan Terdongkrak Efek Holding Ultra Mikro, Analis Pasang Target Harga BBRI Rp6.200

Agus mengungkapkan, dia hanya dapat jatah 3 kardus untuk satu Minggu, itupun dengan harga Rp16 ribu per satuannya. Naik Rp2 ribu dari harga biasanya Rp14 ribu.

Langkanya produk minyak membuat para konsumen terpaksa harus membeli minyak goreng lain yang lebih mahal. Selain minyak goreng beberapa harga komoditasi juga alami kenaikan.

“Seperti telur ayam hari ini (kemarin-red) harganya Rp28 ribu per kilogram naik Rp600 rupiah dari harga sebelumnya Rp27.400,” ungkapnya.

BACA JUGA:Raup Laba Rp51,4 triliun, Erick Thohir Apresiasi Keberhasilan BRI Lakukan Efisiensi

Selain itu, berdasarkan pantauan, harga beras juga ikut mengalami kenaikan.

Dede Abdul Wahab (41) penjual beras di Pasar Muka Cianjur menegaskan kenaikan harga beras tersebut sudah terjadi sejak November lalu.

“Harga beras premium di jual Rp12 ribu per kilogram dari asalnya Rp10.500 dan untuk harga beras medium di jual dengan harga Rp.l1.000 per kilogram dari yang asalnya Rp9 ribu per kilogram,” ungkapnya.

BACA JUGA:Pendakian ke Gunung Gede Pangrango Kembali Dibuka untuk Umum

Di sisi lain komoditasi sayur mayurpun ikut merangkak naik. Harga cabai rawit merah dari yang asalnya Rp40.000 per kilogram, kini menjadi Rp70 ribu per kilogram.

Sementara untuk bawang merah dari asalnya Rp30 ribu per kilogram kini menjadi Rp45 ribu. Kenaikan ini di sebabkan minimnya pasokan serta akibat faktor cuaca.

Sumber: