Disdik Cianjur Segera Perbaiki Bangunan SMP di Campaka, Kabid SMP: Biayanya Masih Dihitung

Disdik Cianjur Segera Perbaiki Bangunan SMP di Campaka, Kabid SMP: Biayanya Masih Dihitung

JEBOL: Aparat TNI dan BPBD saat melakukan pengecekan tembok bangunan SMPN 5 Campaka yang jebol diterjang banjir. Tidak ada korban dalam peristiwa tersebut.(istimewa)--

CIANJUR.CIANJUREKSPRES - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur segera perbaiki tembok bangunan SMPN 5 Campaka yang jebol akibat tertimpa Tembok Penahan Tanah (TPT) yang ambruk.

Kepala Bidang SMP Disdikpora Kabupaten Cianjur, Helmi Halimudin mengatakan, jebolnya dinding SMPN 5 Campaka karena posisi bangunan berada di bawah tebing.

BACA JUGA:Belum Satu Tahun Dibangun, Bangunan SMPN 5 Campaka Cianjur Jebol

“Terus tebing itu pakai TPT. Karena air deras sehingga TPT tidak kuat menahan akhirnya TPT jebol dan menghantam dinding kelas, sehingga jebo,” kata dia kepada Cianjur Ekspres, Kamis (6/10).

Dia melanjutkan, tidak ada korban dalam kejadian tersebut, sebab jebolnya tembok terjadi saat siswa sudah pulang. 

“Terus yang hari selanjutnya dibersihkan, dan proses belajar siswa tidak terganggu karena ada satu ruangan yang kosong, dan memanfaatkan yang itu,” ungkapnya.

BACA JUGA:Vaksin Covid-19 IndoVac Sudah Aman dan Halal, Bio Farma Siap Ekspor

Dia mengaku jika pihaknya  saat ini sedang mencari solusi untuk anggaran perbaikan dinding sekolah tersebut.

"Yang jelas kita mau menyelesaikan dari mana perbaikannya. Yang penting kami akan mencari secepatnya. Ini juga tiap sekolah sudah lapor ke bagian bencana, ke kami juga sudah. Cuma biasanya nanti dari bencana itu rekomendasinya tetap ke kami juga pola penyelesaiannya,” ujar dia.

Menurutnya tim dari Disdik masih melakukan perhitungan biaya untuk perbaikan ruangan kelas. 

“Kan atapnya masih ada, yang jelas dinding belakang dan tidak akan memakan biaya besar. Kita coba perhitungkan dulu berapa biayanya, yang jelas dari bagian bencana akan rekomendasikan,” katanya.

BACA JUGA:Motor Listrik Rancangan Ridwan Kamil di Ajang WJIS 2022

Helmi menambahkan pihaknya sudah melakukan pendataan terkait bangunan SMP yang rusak. Tercatat ada sekitar 900 ruang kelas yang rusak, dimana ruang kelas yang mengalami rusak sedang sebanyak 500 ruangan, dan rusak berat 400 ruangan.

“Tahun ini kami menerima rehab perbaikan kelas dari dana alokasi umum murni 24 kelas. Dari DAK rehabilitas itu satu ruangan, berarti total rehabilitasi di tahun 2022 ini sebanyak 25 lokal,” katanya.

Sumber: