Banner Disway Award 2025

Disnakertrans Cianjur Gelar Job Fair 2026 Secara Hybrid

Disnakertrans Cianjur Gelar Job Fair 2026 Secara Hybrid

Ilustrasi-job fair secara hybrid.(Foto: Pixabay)--

CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur memastikan akan menggelar Job fair 2026 secara hybrid.

Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi antrian, dan mencegah pungutan liar, serta kenyamanan pencari kerja.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Cianjur, Denny W. Lesmana mengatakan, pelaksanaan job fair 2026 akan dilaksanakan berbeda dari sebelumnya, yaitu dengan sistem hybird.

"Sistem pelaksaan hybrid tersebut, yaitu pendaftarannya secara online, lalu perusahaan menyeleksi berkas. Nanti yang memenuhi dipertemukan untuk wawancara atau lainya," katanya, Rabu 14 Januari 2026.

BACA JUGA:UMK Cianjur 2026 Rp3,3 Juta, Ini Kata Disnakertrans

BACA JUGA:Disnakertrans Cianjur Ungkap Jumlah PMI Bermasalah di Luar Negeri Cukup Tinggi

Selain itu, lanjut dia, pihaknya akan meminta perusahaan yang membutuhkan pekerja supaya tidak mengharuskan persyaratan yang harus mengeluarkan biaya.

"Kalau yang sebelumnyakan harus ada, SKCK, surat sehat, jadi jangan sampai orang mau kerja sudah mengeluarkan biaya. Itu yang kita minimalisir, jika sudah wawancara baru persyaratan yang dibutuhkan perusahaan dipenuhi," ucapnya.

Denny mengatakan, berdasarkan data akhir tahun 2025 tercatat ada sebanyak 26 perusahaan yang membutuhkan pekerja, dengan jumlah formasi sekitar 500 lapangan pekerjaan.

"Tetapi, saat ini kami tengah dihadapi dengan adanya fenomena baru, dimana ada sebuah perusahaan yang membuka lowongan kerja, namun ketika dipanggil untuk wawancara, tidak semuanya datang," katanya.

BACA JUGA:Disnakertrans Cianjur Ungkap Jumlah PMI Bermasalah di Luar Negeri Cukup Tinggi

BACA JUGA:Disnakertrans Cianjur Sebut Banyak Perusahaan Terapkan PKWT

Denny menungkapkan, pihaknya segera melakukan kajian dan pendalaman terkait adanya fenomena tersebut, untuk memastikan apakah fenomena gen z seperti yang sering muncul di media sosial, atau faktor lainya.

"Pada tahun 2026 ini, kita juga ada pelatihan untuk meningkatkan kompetensi warga masyarakat. Supaya lebih mandiri, dengan bekal yang dimiliki jadi warga bisa berwirausaha," ungkapnya.(Cr2)

Sumber: