JAKARTA,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Banyak penderita depresi kerap dicap sebagai pemalas, padahal kenyataannya jauh lebih kompleks dan menyakitkan.
Menurut Psikolog jebolan Universitas Indonesia, Ratih Zulhaqqi, depresi bukanlah sekadar "tidak semangat", melainkan kondisi mental serius yang bahkan membuat aktivitas sederhana seperti bangun dari tempat tidur terasa mustahil. “Orang depresi dalam kondisi relapse bisa sangat sulit untuk membuka mata, apalagi berinteraksi atau melakukan aktivitas,” ujar Ratih saat dihubungi ANTARA dari Jakarta, Jumat 29 Mei 2025. Gejala seperti ingin terus tidur, menghindari interaksi sosial, mengurung diri, hingga tidak memiliki energi meski telah istirahat cukup adalah hal nyata yang dialami para penderita, dan tidak jarang sulit untuk dimengerti orang dengan kondisi mental yang sehat. BACA JUGA:RSUD Cimacan: 6 Tips Praktis dalam Mengatasi Stres Kerja BACA JUGA:Dokter: Pemberian Vaksin BCG Bisa Menangkal TB Berat pada Anak "Low energi (rendah energi) ini secara emosional, dan benar-benar rendah, yang membuat mereka tidak mampu melakukan hal sekecil apapun, bahkan mengangkat tubuh untuk duduk saja seakan sangat terasa sulit, dan memang mereka harus dibantu profesional," jelas Ratih. Ia menambahkan, penting bagi individu untuk mengembangkan coping mechanism, mekanisme pertahanan diri yang sehat, seperti regulasi emosi dan manajemen persepsi. Selain itu, bantuan profesional psikolog atau psikiater melalui terapi seperti CBT (Cognitive Behavioral Therapy), seseorang dengan depresi dibantu belajar untuk menggeser cara pandang terhadap tekanan. Namun, bagi mereka yang sedang mengalami fase berat depresi, mengembangkan pola pikir positif bukanlah perkara mudah. Itulah kenapa penting untuk tidak menghakimi. Ketika seseorang tampak ‘malas’, bisa jadi mereka sedang berjuang keras untuk bertahan hidup secara mental. BACA JUGA:Pakar: Investasi Kesehatan Jangka Panjang Dimulai dari Pencernaan BACA JUGA:Jamu Bermanfaat Sebagai Penyeimbang Sistem Tubuh "Hal lain yang akhirnya membuat orang depresi dan pengidap masalah mental lainnya urung niat meminta pertolongan ke profesional adalah stigma negatif sosial, mereka akan dianggap gila, atau kurang iman," Ratih menambahkan. Penting bagi masyarakat untuk lebih memahami bahwa depresi bukan kemauan, melainkan kondisi medis yang membutuhkan empati dan dukungan, bukan penghakiman. Bantuan profesional sangat disarankan ketika gejala mulai muncul. "Memang kalau depresi ini sudah kondisi medis, mengapa dia butuh obat karena memang butuh perbaikan di sistem otaknya, jadi bukan karena dia tidak bersyukur, depresi itu adalah gangguan psikologis dan kita tidak bisa menimbang-nimbang beranggapan hidup mereka sudah cukup hanya dari luarnya, misalnya dari segi finansial yang menurut kita baik, atau lain sebagainya," kata Ratih. Selain berempati dengan sesama di lingkungan sosial, berempati dan tidak menyepelekan masalah mental juga diperlukan pada lingkungan profesional. Baru-baru ini, kasus meninggalnya seorang asisten manajer Bank Indonesia yang sempat viral di media sosial menjadi pengingat bahwa kesehatan mental, terutama di dunia kerja, tidak boleh diabaikan. BACA JUGA:Ahli Jelaskan Alasan Air dalam Galon Penyok Tetap Aman Dikonsumsi BACA JUGA:Pakar Sarankan Diagnosis Prenatal Guna Pastikan Kesehatan Janin Meski alasan kepergiannya dengan mengakhiri hidupnya masih dalam penyelidikan, muncul dugaan soal tekanan kerja kembali mengangkat pentingnya manajemen stres dan empati di lingkungan profesional.Sering Dikira Pemalas, Ini Realita Berat yang Dialami Orang Depresi
Senin 02-06-2025,07:00 WIB
Editor : Dede Sandi Mulyadi
Tags : #tubuh
#tekanan kerja
#tekanan
#stres
#sehat
#psikologi
#penderita
#pemalas
#mental
#mengurung diri
#kondisi mental
#kesehatan mental
#depresi
#belajar
Kategori :
Terkait
Selasa 10-03-2026,21:00 WIB
Semangat Penyandang Disabilitas Netra Belajar Al-Qur’an Braille
Senin 09-03-2026,17:00 WIB
Wamen Fajar Pastikan Fasilitas Belajar SMAN di Sukabumi Makin Berkualitas
Kamis 05-03-2026,22:30 WIB
Polres Cianjur Masih Tunggu Hasil Autopsi Jenazah MI
Rabu 28-01-2026,19:00 WIB
Program Pembangunan SMP dari DAU 2025 di Cianjur Rampung 100 Persen
Sabtu 17-01-2026,19:30 WIB
BPBD Cianjur Sebut Suhu Dingin Disertai Hujan Deras akan Terjadi Selama Beberapa Hari ke Depan
Terpopuler
Senin 16-03-2026,22:30 WIB
Kemenag Gelar Sidang Isbat 19 Maret 2026, Pemantauan Hilal di 117 Titik Lokasi
Senin 16-03-2026,15:57 WIB
Menhub Dudy Tinjau Tiga Pelabuhan di Wilayah Banten
Senin 16-03-2026,20:00 WIB
PWI Cianjur Berbagi Santunan untuk Anak Yatim Piatu dan Dhuafa
Senin 16-03-2026,15:52 WIB
Negara Hadir hingga Pelosok Negeri: Pembangunan Dipercepat dan Kesejahteraan Rakyat Diperkuat
Senin 16-03-2026,19:19 WIB
Tiga Kendaraan Terlibat Kecelakaan di Cimacan Cianjur, Satu Orang Tewas
Terkini
Selasa 17-03-2026,10:00 WIB
Polres Cianjur dan DKM Masjid Besar Darussalam Kolaborasi Dirikan Pos Pelayanan Mudik Lebaran
Selasa 17-03-2026,09:00 WIB
Masih Ada Jalan Berlubang dan Minim Penerangan, Ini Kata Bupati Cianjur
Selasa 17-03-2026,08:00 WIB
Satpol PP Cianjur Siagakan Ratusan Personel untuk Pengamanan Malam Takbiran dan Salat Idulfitri
Selasa 17-03-2026,07:00 WIB
Kanada dan Pemprov Jabar Bekerja Sama Tingkatkan Nutrisi Remaja Putri di Jabar
Senin 16-03-2026,23:43 WIB