JAKARTA,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akan memanggil PT Karya Bungo Pantai Ceria (KBPC Group) dan perusahaan tambang lainnya terkait dampak krisis ekologi akibat aktivitas pertambangan batu bara di Provinsi Jambi.
Anggota Komisi XII DPR Cek Endra mengungkapkan bahwa dalam kunjungan kerja reses Masa Sidang III Tahun 2024–2025, para legislator menemukan berbagai pelanggaran lingkungan, terutama terkait kelalaian dalam reklamasi oleh korporasi perusahaan di Provinsi Jambi. "Komisi XII telah menjadwalkan pemanggilan resmi terhadap KBPC Group dan perusahaan terkait lainnya pada 23 Juli 2025," ujar Cek Endra dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu 25 Juni 2025. Dalam pertemuan nantinya, disebutkan bahwa komisi yang membidangi energi dan sumber daya mineral (ESDM), lingkungan hidup, serta investasi tersebut akan meminta penjelasan terkait legalitas izin, pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB), serta progres reklamasi dan reboisasi lahan bekas tambang. BACA JUGA:Kang Lepi Dorong Implementasi Program Bantuan Rp300 Juta per Pesantren BACA JUGA:Mendagri Ungkap Akan Ada Retret Sekda Seluruh Indonesia Selain KBPC Group, beberapa perusahaan yang menjadi sorotan adalah ketiga mitra KBPC, yakni PT BRASU, PT SAS, dan PT IBAP. Keempat perusahaan diduga beroperasi di luar Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi serta belum mengantongi Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Mengenai status hukum KBPC, Cek Endra menyebutkan bahwa izin perusahaan berada dalam masa transisi dari pemerintah daerah ke pemerintah pusat. Sementara mengenai tingkat kerusakan lingkungan, ia menjelaskan ada sebagian wilayah yang sudah direklamasi, tetapi lebih banyak yang belum tersentuh. "Pemanggilan perusahaan tambang ini merupakan bagian dari pembinaan. Namun, tidak menutup kemungkinan akan melibatkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Kehutanan serta Kejaksaan Agung untuk penindakan secara hukum," tuturnya. BACA JUGA:Asep Guntara Dorong Program Ketapang yang Dikelola BUMDes Bisa Berkembang BACA JUGA:Wamendagri: Retret Kepala Daerah Betujuan Mantapkan Visi Presiden Sorotan terhadap perusahaan tambang di Jambi sebelumnya disampaikan langsung para wakil rakyat saat Kunjungan Kerja Reses Komisi XII DPR di Jambi, Jumat (20/6). Rapat tersebut dipimpin oleh Ketua Tim Kunker Bambang Patijaya dan dihadiri oleh 18 anggota DPR, termasuk tiga legislator asal Jambi, yakni Syarif Fasha, Cek Endra, dan Rocky Candra. Dalam pertemuan itu, Komisi XII DPR menyampaikan keprihatinan terhadap minimnya transparansi informasi serta ketidakpatuhan perusahaan tambang dalam memenuhi kewajiban lingkungan hidup, terutama reklamasi. Komisi XII DPR juga menemukan sejumlah perusahaan yang telah menghentikan produksi sejak 2024, namun belum melakukan reklamasi sebagaimana diwajibkan dalam undang-undang. Cek Endra secara khusus turut menyoroti kasus di wilayah Koto Boyo, Batanghari, yang memicu keresahan warga akibat reklamasi yang tak kunjung dilakukan. BACA JUGA:Bamsoet: Keputusan Presiden Soal Empat Pulau Tegaskan Soliditas NKRI BACA JUGA:Prabowo Ambil Alih Putusan Sengketa Batas Pulau Aceh-Sumut “Banyak perusahaan sudah eksplorasi bertahun-tahun, tapi tak juga melakukan reklamasi. Kita buka saja, biar masyarakat tahu siapa yang lalai,” kata Cek Endra menegaskan.Komisi XII DPR Bakal Panggil Perusahaan Tambang Terkait Krisis Ekologi
Rabu 25-06-2025,18:30 WIB
Editor : Dede Sandi Mulyadi
Tags : #warga
#reklamasi
#perusahaan
#perusaan tambang
#pertambangan
#pemanggilan
#pelanggaran
#lingkungan hidup
#legalitas
#komisi xii dpr
#kerusakan lingkungan
#izin perusahaan
#eksplorasi
#ekologi
Kategori :
Terkait
Senin 02-03-2026,21:09 WIB
Pemkab Cianjur Upayakan Pemulangan Warga di Timur Tengah Imbas Perang Israel-AS dan Iran
Senin 02-03-2026,18:21 WIB
Pemkab Cianjur Jalin Koordinasi Pemulangan Warga Terdampak Perang
Selasa 24-02-2026,19:47 WIB
Aksi Curanmor di Karangtengah Cianjur Berhasil Digagalkan Warga, Pelaku Diamankan Polisi
Minggu 08-02-2026,04:58 WIB
Menhut Tekankan Peran Mangrove bagi Ekologi dan Ekonomi Pesisir
Rabu 28-01-2026,17:38 WIB
Aksi Curanmor Modus COD di Pamoyanan Cianjur Digagalkan Korban dan Warga
Terpopuler
Selasa 03-03-2026,21:14 WIB
Paguyuban Villa Cherry Palasari Cipanas Tolak Pendirian Dapur SPPG, Ini Alasannya
Selasa 03-03-2026,07:32 WIB
Pemprov Jabar Siapkan Rp60,8 Miliar untuk THR PPPK Paruh Waktu
Selasa 03-03-2026,07:33 WIB
Tingkatkan Daya Saing, Pemprov Jabar Gelar Program Inkubasi untuk Ratusan IKM
Selasa 03-03-2026,11:12 WIB
Dituduh Curi Labu Siam, Warga Cugenang Cianjur Tewas Diduga Usai Dianiaya
Selasa 03-03-2026,19:30 WIB
KONI Cianjur Siapkan Anggaran Rp9 Miliar untuk Porprov 2026
Terkini
Selasa 03-03-2026,22:00 WIB
Nelayan Asal Sukabumi Dilaporkan Hilang di Pantai Suliwa Cidaun Cianjur
Selasa 03-03-2026,21:14 WIB
Paguyuban Villa Cherry Palasari Cipanas Tolak Pendirian Dapur SPPG, Ini Alasannya
Selasa 03-03-2026,21:00 WIB
Polres Cianjur dan Dishub Tak Rekomendasikan Jalur Puncak 2 Dilintasi Pemudik
Selasa 03-03-2026,20:30 WIB
Pemkab Cianjur Matangkan Persiapan Arus Mudik Lebaran 2026
Selasa 03-03-2026,20:00 WIB