Harga daging ayam Rp38.000–Rp40.000 per kilogram dan telur Rp30.000–Rp31.000 per kilogram. Untuk ayam layer di Pasar Terban, harga hidup di kandang Rp23.000 per kilogram dan Rp26.000 per kilogram di pedagang, menunjukkan segmentasi pasar berjalan normal tanpa lonjakan signifikan.
Direktur Kesehatan Hewan Ditjen PKH, Hendra Wibawa, menegaskan pasokan aman dan harga terkendali.
“Kami memantau secara ketat, dan sejauh ini harga masih normal. Pasokan daging, ayam, dan telur ayam tetap aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Di Kabupaten Bogor, pemantauan Sabtu (21/2/2026) di Pasar Cibinong dan Citeureup menunjukkan harga daging sapi Rp130.000 per kilogram sesuai HAP. Daging ayam Rp43.000–Rp45.000 per kilogram atau sedikit di atas HAP Rp40.000 per kilogram seiring peningkatan konsumsi Ramadan, dengan ayam hidup Rp28.000 per kilogram.
Harga telur Rp31.000 per kilogram dengan harga dari agen Rp29.200 per kilogram (asal Jawa Tengah) dan Rp26.666 per kilogram (asal Karangasem), menunjukkan distribusi lintas daerah berjalan lancar dan pasokan tetap terjaga.
Sekretaris Ditjen PKH, Nuryani Zainuddin, menegaskan ketersediaan relatif aman dan pengawasan dilakukan secara berkelanjutan untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan.
Di Bekasi, sidak Minggu (22/2/2026) di Pasar Tambun dan Pasar Induk Cibitung menunjukkan harga daging sapi Rp130.000–Rp140.000 per kilogram, daging ayam Rp36.000–Rp40.000 per kilogram, dan telur Rp32.000–Rp33.000 per kilogram. Pasokan sapi berasal antara lain dari RPH Teluk Pucung dan Perumda Dharma Jaya.
Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementerian Pertanian, I Ketut Wirata, menegaskan pengawasan dilakukan dari hulu hingga hilir, mulai dari RPH, distribusi, hingga pasar rakyat.
Sebelumnya, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, saat sidak di Pasar Kebayoran (20/2/2026), menegaskan pemerintah tidak akan tinggal diam terhadap praktik permainan harga.
“Kami terus memperkuat koordinasi. Jika ditemukan kenaikan harga yang tidak wajar, pemerintah bersama aparat terkait akan segera mengambil langkah penanganan. Produksi kita tinggi, stok kita banyak. Jadi tidak boleh ada main-main, “ tegasnya.
Kinerja subsektor peternakan yang terjaga, baik pada produksi sapi potong, ayam ras pedaging, maupun telur ayam ras menjadi fondasi utama stabilitas pasokan selama Ramadan. Upaya ini didukung penguatan koordinasi dengan pemerintah daerah, asosiasi peternak, pelaku usaha, dan aparat penegak hukum guna mencegah praktik yang berpotensi mengganggu kestabilan harga.
Untuk itu, Kementerian Pertanian mengajak pelaku usaha, distributor, dan pedagang menjaga komitmen terhadap harga acuan pemerintah, serta mengimbau masyarakat segera melaporkan kepada pemerintah daerah atau aparat terkait apabila menemukan harga yang melebihi ketentuan agar dapat segera ditindaklanjuti.
Stabilitas pasokan dan harga memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan baik hingga Idulfitri.(pertanian.go.id)